Toyota menjalin kemitraan dengan CATL untuk memproduksi baterai di Indonesia; ekspor akan dimulai pada akhir tahun ini

Toyota menjalin kemitraan dengan CATL untuk memproduksi baterai di Indonesia; ekspor akan dimulai pada akhir tahun ini

Toyota menjalin kemitraan dengan CATL untuk memproduksi baterai di Indonesia; ekspor akan dimulai pada akhir tahun ini

Liga335 daftar – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan kemitraan dengan raksasa baterai CATL untuk memproduksi baterai di Indonesia, menurut laporan media lokal. Baterai tersebut akan digunakan pada kendaraan hibrida Toyota, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Ekspor dijadwalkan akan dimulai pada paruh kedua tahun 2026.

TMMIN menyatakan bahwa ekspor tersebut akan mencakup paket baterai lengkap maupun komponen baterai. Rencana ekspor baterai ini merupakan bagian dari investasi sebesar 1,3 triliun rupiah (75,8 juta USD) yang dilakukan TMMIN untuk memproduksi sel dan modul baterai hibrida bersama CATL. Proyek ini mencakup lokalisasi produksi baterai mulai dari bahan baku hingga produk jadi.

Direktur Utama TMMIN, Nandi Julyanto, menegaskan bahwa sel dan modul baterai, yang saat ini masih diimpor, nantinya akan diproduksi secara lokal. “Saat ini, TMMIN memiliki lini produksi paket baterai di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai bagi Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kolaborasi strategis dengan CATL Indonesia, kami berupaya meningkatkan kapasitas produksi perakitan paket baterai hingga melebihi “produksi sel dan modul baterai,” kata Nandi.

Toyota bermitra dengan CATL untuk memproduksi baterai mobil hibrida di Indonesia. Sumber: Toyota. Media lokal Mobil123 melaporkan bahwa proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri untuk baterai Toyota.

Rockomotif mengutip pernyataan Nandi bahwa kandungan baterai lokal dapat meningkat dari sekitar 8%—jika hanya terbatas pada perakitan—menjadi sebanyak 80% setelah produksi sel dan modul dilakukan secara lokal. Rencana ekspor ini memberikan peran yang lebih besar bagi Indonesia dalam rantai pasokan regional Toyota untuk elektrifikasi. TMMIN menyatakan bahwa program ini akan mendukung baik industri otomotif lokal maupun pasar luar negeri, dengan ekspor mencakup baterai kendaraan hibrida yang sudah jadi serta komponen baterai.

Toyota menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan strategi multi-jalur, yang mencakup kendaraan listrik hibrida (HEV), kendaraan hibrida plug-in, kendaraan listrik baterai (BEV), kendaraan sel bahan bakar, serta kendaraan berbahan bakar fleksibel yang menggunakan campuran bioetanol. Pasar HEV Indonesia (juga disebut hibrida ringan atau, sebagaimana disebut oleh Toyota, “kendaraan terelektrifikasi”) terus tumbuh Tahun 2025. Mengutip data GAIKINDO, TMMIN menyatakan bahwa penjualan “kendaraan listrik” mencapai 177.

367 unit, naik 71% dari 103.452 unit pada tahun 2024. Produksi “kendaraan bertenaga listrik” di Indonesia mencapai total 127.

420 unit pada tahun 2025. Kendaraan hibrida menyumbang 97.462 unit, atau sekitar 76,5% dari total produksi kendaraan bertenaga listrik.

Produsen baterai asal Tiongkok tersebut telah memiliki proyek baterai besar di Indonesia. Pada Juni 2025, CATL memulai pembangunan pabrik baterai patungan di Karawang, Jawa Barat, bersama Indonesia Battery Corp dan PT Aneka Tambang. Proyek ini diperkirakan akan memiliki kapasitas tahunan sebesar 15 GWh dan merupakan bagian dari rencana yang lebih luas yang juga mencakup tambang nikel, pabrik peleburan, dan pabrik bahan baku baterai.

CATL adalah produsen baterai terbesar di dunia. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan ini menguasai hampir setengah pasar, dengan kapasitas terpasang sebesar 59,52 GWh dan pangsa pasar 48,3%, menurut data dari Automotive Battery Innovation Alliance (CABIA). 10 Produsen Baterai Teratas Berdasarkan Pangsa Pasar pada Kuartal Pertama 2026.

Sumber: DataTracker dan , sejak awal. , ’ dan Eropa.