Pendeportasian bos geng Glasgow, Steven Lyons, dari Bali ditunda

Pendeportasian bos geng Glasgow, Steven Lyons, dari Bali ditunda

Pendeportasian bos geng Glasgow, Steven Lyons, dari Bali ditunda

Slot online terpercaya – Indonesia hari ini, Rabu, 1 April, menunda deportasi seorang bos kejahatan asal Skotlandia yang ditangkap di pulau resor Bali terkait kasus perdagangan narkoba skala besar dan pencucian uang. Steven Lyons, seorang tokoh senior dalam sindikat kejahatan internasional yang telah buron selama berbulan-bulan, kini akan dideportasi besok, Kamis, 2 April, menurut Husnan Handano, juru bicara kantor imigrasi Bali, tanpa menyebutkan alasan penundaan tersebut. Lyons, 45 tahun, semula dijadwalkan akan dikirim ke Spanyol melalui Doha dengan maskapai Qatar Airways pada Rabu malam.

Lyons ditahan pada Sabtu saat tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, dari Singapura, setelah sistem imigrasi menandainya berdasarkan Red Notice Interpol yang diterbitkan atas permintaan Spanyol. BACA LEBIH LANJUT: Red Notice adalah peringatan yang dikeluarkan oleh Interpol atas permintaan negara anggota agar kepolisian di seluruh dunia menangkap seorang tersangka untuk tujuan ekstradisi. Kami melaporkan kemarin bahwa Steven Lyons ditahan di pulau Indonesia tersebut oleh petugas setempat pada Sabtu, 28 Maret, tak lama setelah tiba di Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai dari Singapura.

Kejadian ini terjadi pada hari yang sama ketika pasangannya, Amanda Lyons, ditangkap di Dubai. Pasangan tersebut dilaporkan dicari terkait dugaan tindak pidana di Spanyol. Lyons terlihat dikawal oleh dua petugas dari markas besar kepolisian pada Selasa, 31 Maret.

Kepala Kepolisian Bali, Daniel Adityajaya, dilaporkan mengatakan kepada wartawan bahwa wanita berusia 45 tahun itu diduga sebagai pemimpin “sebuah organisasi kriminal transnasional berskala besar yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan pencucian uang”. Sekretaris Biro Interpol Indonesia, Untung Widyatmoko, menambahkan bahwa kelompok kriminal Lyons diklaim telah beroperasi di berbagai negara, termasuk Spanyol, Skotlandia, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Turki. Petugas di Bali juga menyatakan bahwa mereka sedang mencari dua rekan yang dilaporkan tiba bersama Lyons namun berhasil lolos dari penangkapan.

Lyons telah masuk dalam daftar buronan Spanyol selama sekitar dua tahun, sebuah setelah terjadinya kasus pembunuhan di sana pada tahun 2024. Kepolisian Bali menyatakan bahwa penangkapannya merupakan bagian dari penyelidikan bersama yang melibatkan kepolisian Spanyol dan Skotlandia. Lyons diduga memimpin jaringan kejahatan transnasional yang beroperasi dari Skotlandia dan mengendalikan rute perdagangan narkotika dari Spanyol ke Inggris.

Jaringan kejahatan terorganisirnya diduga menggunakan perusahaan cangkang untuk pencucian uang di Eropa dan Timur Tengah, termasuk di Spanyol, Skotlandia, Inggris, Dubai, Qatar, Bahrain, dan Turki. Sebelum penangkapannya di Bali, kepolisian di Skotlandia dan Spanyol telah melakukan penggerebekan terkait kasus tersebut yang berujung pada penangkapan beberapa orang. Para tersangka juga ditahan di Turki, Belanda, dan Uni Emirat Arab.

Lyons selamat dari penembakan pada tahun 2006 di Glasgow yang menewaskan sepupunya, dan kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, di UEA. Pada Mei lalu, saudara laki-lakinya dan seorang rekannya tewas dalam insiden penembakan yang diduga terkait dengan dunia kejahatan terorganisir di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola, Spanyol selatan.