Pejabat kesehatan Indonesia khawatir akan penyebaran campak selama liburan Idul Fitri, dan mengimbau masyarakat untuk divaksinasi

Pejabat kesehatan Indonesia khawatir akan penyebaran campak selama liburan Idul Fitri, dan mengimbau masyarakat untuk divaksinasi

Pejabat kesehatan Indonesia khawatir akan penyebaran campak selama liburan Idul Fitri, dan mengimbau masyarakat untuk divaksinasi

Liga335 daftar – Sebagai tindak lanjut atas wabah campak di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengkhawatirkan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat dan potensi terjadinya kerumunan selama periode liburan Idul Fitri dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular, terutama di kalangan anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap, sehingga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak, termasuk melalui vaksinasi. Hingga minggu kedelapan tahun 2026, tercatat 10.453 kasus dugaan campak, termasuk enam kematian.

Selain itu, terdapat 45 wabah campak di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Pejabat terkait telah melaporkan penurunan kasus campak pada bulan Februari; namun, pemerintah terus merespons dengan cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan Indonesia, Dr.

Andi Saguni, mengatakan, “Seiring mendekatnya musim pulang kampung Idul Fitri, mobilitas masyarakat akan meningkat, dan kemungkinan kerumunan orang pun akan bertambah. Oleh karena itu, masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama di kalangan anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap.” Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan Imunisasi Tanggap Wabah (ORI) dan Kampanye Penangkapan Ketinggalan untuk campak-rubella (MR) di daerah-daerah yang terdampak dan berisiko.

Program ini akan dilaksanakan di 102 kabupaten/kota, dengan sasaran utama anak-anak berusia 9–59 bulan hingga Maret 2026. Layanan imunisasi dilakukan melalui berbagai titik layanan untuk menjangkau lebih banyak anak, seperti puskesmas, posyandu, lembaga pendidikan (PAUD dan TK), tempat ibadah, serta pos layanan keliling. “Kami mengimbau para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak-anak mereka dan melengkapinya jika masih kurang.

Imun “Vaksinasi adalah perlindungan paling efektif terhadap campak,” kata Dr. Andi.