Menteri Perdagangan Indonesia Membantah Tuduhan Terkait Kekurangan Minyak Goreng
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso menyatakan bahwa terbatasnya pasokan Minyakita di pasar tidak menandakan adanya kelangkaan minyak goreng. “Saya kemarin mengunjungi ritel modern, dan minyak goreng tersedia melimpah.
Jadi, tidak ada kelangkaan minyak goreng,” kata Budi di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Ia menyebutkan bahwa pasokan Minyakita lebih terbatas dibandingkan minyak goreng komersial. Hal ini karena produksi minyak goreng murah merupakan hasil dari pemenuhan kewajiban domestik oleh pengusaha kelapa sawit.
Budi juga menyebutkan bahwa pasar masih menawarkan minyak goreng merek kedua dan premium sebagai alternatif Minyakita. “Orang-orang mengatakan bahwa minyak goreng mahal, dan ada kekurangan minyak goreng. Namun, ada banyak alternatif seperti minyak goreng merek kedua,” katanya.
Mengenai pasokan Minyakita, Budi menghubungi Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, mengenai kewajiban produsen untuk mendistribusikan minimal 35 persen pasokan minyak untuk Minyakita. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi transaksi bisnis-ke-bisnis (B2B) jika ada rencana untuk meningkatkan pasokan Minyakita menjadi 65-70 persen. “Banyak distributor swasta juga beroperasi.
Jadi, semuanya berjalan lancar tanpa masalah,” kata politisi Partai PAN tersebut. Meskipun menyatakan bahwa tidak ada kekurangan pasokan, Budi mengakui bahwa harga minyak goreng saat ini sedang naik akibat krisis kemasan plastik. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga Minyakita saat ini berada di Rp15.
974 per liter, naik 0,03 persen dibandingkan 15 April 2026. Harga minyak goreng premium juga mengalami kenaikan, yang saat ini berada di angka Rp21.706 per liter, naik 0,06 persen per hari.
Harga minyak goreng curah kini Rp19.437 per liter, naik 0,18 persen dari hari kemarin.