Indonesia berencana menggunakan drone dan kapal selam tak berawak untuk patroli laut yang efisien
Slot online terpercaya – Indonesia berencana menggunakan drone dan kapal selam tak berawak untuk patroli laut yang efisien
Berita terkait: Kapal perang Indonesia kembali dari latihan Kakadu 2026
Berita terkait: Armada Rusia tiba di Jakarta untuk latihan bersama dengan TNI AL
Jakarta (ANTARA) – Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) mengumumkan rencana untuk mengintensifkan penggunaan drone dan kapal selam tak berawak dalam misi patroli maritim guna mengurangi konsumsi bahan bakar sebagai bagian dari agenda efisiensi energi yang lebih luas. Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali menjelaskan bahwa kedua jenis peralatan pertahanan tersebut akan berperan sebagai pendukung bagi kapal-kapal perang yang beroperasi di perairan Indonesia. “”Rencana kami adalah memprioritaskan penggunaan drone, mengingat drone menawarkan efektivitas dan efisiensi yang tinggi.
Selain itu, kami juga akan menggunakan kapal selam otonom untuk melakukan pengawasan bawah air,” katanya kepada wartawan di Markas Besar TNI AL di Jakarta Timur pada hari Kamis. Ia menekankan bahwa TNI AL sepenuhnya mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengidentifikasi cara-cara yang layak guna menekan penggunaan bahan bakar di tengah risiko gangguan pasokan. Di saat yang sama, Ali meyakinkan masyarakat bahwa kebijakan efisiensi tersebut tidak akan menghalangi tugas patroli Angkatan Laut.
Ia mengatakan timnya bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan drone dan kapal selam tak berawak tanpa mengurangi efektivitas patroli, dengan mencatat bahwa peralatan tersebut beroperasi menggunakan listrik.Laksamana tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa TNI AL juga akan mengadopsi program biodiesel B50 wajib dari pemerintah, yang mewajibkan kapal perang beralih ke penggunaan bahan bakar diesel yang dicampur dengan 50 persen minyak kelapa sawit. Untuk mendukung transisi tersebut, ia mengatakan angkatan laut akan “memodifikasi mesin kapal” sesuai kebutuhan.
Ali lebih lanjut menjelaskan bahwa penggunaan biodiesel B50 diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada minyak mentah di antara kapal-kapal yang ditugaskan untuk misi patroli atau pengangkutan tanpa mengorbankan kelincahan dan efektivitas. “Untuk saat ini, kapal-kapal kami masih menggunakan bahan bakar B35,” katanya, sambil menambahkan bahwa peralihan ke campuran B50 akan dimulai secara bertahap dalam waktu dekat.