Indonesia dan AS menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan yang ‘penting’
Liga335 – Penandatanganan kemitraan pertahanan ini terjadi menyusul laporan bahwa Washington sedang mengupayakan izin penerbangan di wilayah udara Indonesia bagi pesawat militer AS. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyambut baik pembentukan “kemitraan kerja sama pertahanan yang signifikan” dengan Indonesia, dengan menyatakan bahwa hal ini menegaskan “kekuatan dan potensi” hubungan dengan Jakarta dalam menjaga stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Hegseth menjamu Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon pada hari Senin, tempat perjanjian tersebut ditandatangani.
“Kemitraan ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita… memperkuat pencegahan regional, dan memajukan komitmen bersama kita terhadap perdamaian melalui kekuatan,” kata Hegeseth, menurut pernyataan Departemen Pertahanan. Menteri Pertahanan AS itu juga mengatakan hubungan keamanan antara Washington dan Jakarta “aktif dan terus berkembang”, sambil mencatat bahwa angkatan bersenjata kedua negara berpartisipasi dalam lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahun.
Sebuah pernyataan bersama mengenai kemitraan baru ini s Sjafrie mengatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk bekerja sama mengembangkan “kemampuan asimetris yang canggih, merintis teknologi pertahanan generasi berikutnya di bidang maritim, bawah permukaan, dan sistem otonom”, serta meningkatkan kesiapan operasional. “Kami hadir di sini sebagai delegasi Indonesia… dengan antusiasme yang sangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan kami, [yang] seharusnya bertahan lama bagi generasi mendatang di Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Sjafrie seperti dikutip.
“Kami bekerja atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan untuk meningkatkan nilai kepentingan nasional kami,” tambahnya. Penandatanganan kemitraan ini terjadi sehari setelah muncul laporan di Indonesia bahwa kedua negara sedang membahas usulan untuk memberikan akses kepada pesawat militer AS ke wilayah udara Indonesia. AS sedang mengupayakan akses penerbangan “tanpa batasan” bagi pesawat militer melalui wilayah udara Indonesia, demikian dilaporkan beberapa media pada hari Minggu, dengan menambahkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui usulan tersebut.
Iklan Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Pertahanan di Jakarta mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua negara masih membahas “Surat Pernyataan Kehendak”, dan saat ini hanya draf awal mengenai penerbangan lintas wilayah yang sedang dibahas secara internal. Draf tersebut belum final dan tidak mengikat, tambah kementerian tersebut. Kewenangan atas wilayah udara Indonesia berada di tangan Indonesia, tambah Kementerian Pertahanan, sambil menegaskan bahwa kesepakatan dengan negara lain akan melindungi kedaulatan Indonesia dan mematuhi hukum Indonesia.
“Kesepakatan tersebut belum final. Tidak mengikat secara hukum. Tidak dapat dijadikan dasar bagi kebijakan resmi pemerintah,” kata juru bicara Menteri Pertahanan Sjafrie, Rico Ricardo Sirait, kepada Jakarta Globe.
“Wewenang, kendali, dan pengawasan atas wilayah udara Indonesia sepenuhnya berada di tangan negara kita. Setiap peraturan yang mungkin dibuat harus menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak segala aktivitas di wilayah udara nasional,” katanya kepada media tersebut. Prabowo dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, di Paris pada Pada hari Selasa, hanya sehari setelah ia mengadakan pembicaraan dengan Vladimir Putin dari Rusia mengenai minyak, pemerintah di Jakarta menyatakan, menurut kantor berita AFP.
Bulan lalu, pemerintah Prabowo mengumumkan pembatasan pasokan bahan bakar dan mewajibkan kebijakan kerja dari rumah satu hari dalam seminggu bagi pegawai negeri sipil guna menghemat cadangan energi di tengah melonjaknya harga akibat perang AS-Israel melawan Iran.