Indonesia mempertimbangkan program revitalisasi perkotaan secara nasional serta pembangunan kawasan perumahan baru
Liga335 daftar – Indonesia mempertimbangkan program pembaruan perkotaan secara nasional serta pembangunan kawasan perumahan baru
Berita terkait: Indonesia menargetkan perombakan sistem pengelolaan sampah di 40 kota pada tahun 2028
Yogyakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah mengatakan bahwa ia dan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X telah membahas rencana pembaruan perkotaan secara nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, termasuk kawasan perumahan baru untuk memodernisasi kota-kota dan memperluas perumahan terjangkau. “Menindaklanjuti gagasan yang sebelumnya saya uraikan, kami melakukan diskusi yang produktif. Presiden juga memiliki rencana komprehensif untuk meningkatkan kualitas kota-kota di seluruh Indonesia,” kata Hamzah setelah pertemuan pada hari Selasa.
Selain merevitalisasi kota-kota yang sudah ada, Prabowo juga berencana mengembangkan kawasan perumahan baru untuk mendukung modernisasi perkotaan Indonesia dalam jangka panjang, kata Hamzah. “”Baik melalui program Tiga Juta Rumah maupun Gerakan Indonesia Bersih, ini akan menjadi upaya transformasi besar di masa depan,” katanya. Hamzah mengatakan bahwa ia meminta masukan dari Yogyakarta karena provinsi tersebut menawarkan pengalaman dalam perencanaan kota sebagai salah satu kota tertua di Indonesia dan pusat warisan budaya.
“Kami ingin memanfaatkan pengalaman dan pandangan gubernur dalam membentuk perencanaan kota,” katanya. Menurut Hamzah, pemerintah provinsi telah mengumpulkan keahlian yang luas dalam pembangunan perkotaan sambil mengamati perubahan sosial baik di Indonesia maupun di luar negeri.Ia mengatakan Yogyakarta telah mengidentifikasi beberapa lokasi untuk perluasan perkotaan di masa depan, yang membuka peluang untuk memodernisasi wilayah tersebut sekaligus meningkatkan akses terhadap perumahan yang terjangkau dan layak.
““Itulah sebabnya kami membahas segala hal, mulai dari filosofi yang mendasari hingga aspek teknis pengembangan wilayah, termasuk zona pesisir dan tepi sungai,” kata Hamzah. Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa pertemuan tersebut menandai langkah awal menuju diskusi yang lebih luas mengenai pelaksanaan dan peningkatan agenda perencanaan kota di Indonesia.