Kebun Binatang Bali, Indonesia, melarang wisatawan menunggang gajah di tengah meningkatnya tekanan dari kelompok-kelompok pembela hak hewan

Kebun Binatang Bali, Indonesia, melarang wisatawan menunggang gajah di tengah meningkatnya tekanan dari kelompok-kelompok pembela hak hewan

Kebun Binatang Bali, Indonesia, melarang wisatawan menunggang gajah di tengah meningkatnya tekanan dari kelompok-kelompok pembela hak hewan

Taruhan bola – Kebun Binatang Bali telah menghentikan kegiatan naik gajah yang kontroversial, akhirnya menyerah pada tekanan berkepanjangan dari kelompok-kelompok pembela kesejahteraan hewan.
Kebun binatang tersebut, yang merupakan yang pertama di pulau wisata Indonesia ini, terkenal karena menawarkan wisata naik gajah yang indah bagi para wisatawan.
Selama bertahun-tahun, kebun binatang ini menawarkan wisata menunggang gajah dengan tarif setara sekitar $150 per orang, dengan mengiklankan “salah satu jalur gajah baru terbaik di Bali”.

“Anda akan dituntun oleh salah satu mahout berpengalaman kami dari kursi bangku yang nyaman yang terletak di atas salah satu gajah Sumatra kami, melintasi jalur pemandangan menakjubkan yang berkelok-kelok melintasi bagian-bagian kebun binatang,” demikian bunyi iklan untuk atraksi tersebut.
Foto-foto di laman media sosial Bali Zoo memperlihatkan para wisatawan tersenyum saat menunggangi punggung gajah melintasi genangan air, dipandu oleh seorang pemandu yang memegang tongkat logam.
Foto-foto lainnya memperlihatkan staf kebun binatang berdiri di atas punggung gajah dan berpose untuk difoto.

Namun dalam dekade terakhir, berbagai kelompok telah mengecam kebun binatang tersebut atas atraksi menunggang gajah yang “tidak etis” dan “kejam”.
PETA menuduh Bali Zoo karena mengeksploitasi dan menyiksa hewan-hewannya, sementara World Animal Protection menyatakan bahwa kebun binatang tersebut terlibat dalam “praktik-praktik penyiksaan” terhadap hewan-hewannya.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa bullhook digunakan untuk mengendalikan hewan-hewan tersebut agar wisatawan dapat menikmati pengalaman seperti menunggang gajah.

Pada hari Rabu, Bali Zoo mengumumkan bahwa mereka telah mengambil “langkah maju untuk kesejahteraan gajah” dengan menghentikan kegiatan menunggang gajah sejak awal tahun ini.
“Bali Zoo telah menghentikan kegiatan menunggang gajah,” demikian bunyi sebuah postingan di laman Facebook mereka.
“Keputusan ini mendukung komitmen berkelanjutan kami terhadap kesejahteraan hewan, sehingga gajah-gajah kami memiliki lebih banyak waktu untuk berperilaku alami, berinteraksi secara sosial, dan melakukan kegiatan pengayaan.

“Terima kasih atas penghormatan Anda terhadap pembaruan ini.”
Berita ini disambut baik oleh para pengikut kebun binatang tersebut di media sosial, termasuk banyak warga Australia.
“Sudah saatnya!

Aktivitas ini seharusnya dilarang di semua kebun binatang dan suaka margasatwa, bagus sekali,” tulis seorang pengguna Facebook.
Kepala Kampanye World Animal Protection ANZ, Suzanne Milthorpe, mengatakan langkah ini merupakan hasil dari advokasi yang telah dilakukan kelompok tersebut selama bertahun-tahun.
“Pengumuman tersebut “Keputusan Bali Zoo untuk menghentikan kegiatan menunggang gajah mengirimkan sinyal yang kuat kepada industri pariwisata bahwa menunggang gajah sudah seharusnya menjadi bagian dari sejarah,” katanya.

Pada bulan Desember, media berita Indonesia The Bali Sun melaporkan bahwa ada desakan yang semakin kuat untuk menghentikan kegiatan menunggang gajah bagi wisatawan, yang dipelopori oleh Dinas Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Bali.
“Pengelolaan gajah harus dilakukan secara beradab dan penuh hormat karena mereka adalah hewan, yang diciptakan oleh Tuhan sama seperti kita,” kata Kepala Dinas tersebut, Ratna Hendratmoko, kepada media tersebut.