Indonesia: Dewan Perdamaian Gaza akan dikelola oleh teknokrat Palestina.
Liga335 daftar – Indonesia: Dewan Perdamaian Gaza akan dipimpin oleh teknokrat Palestina
Berita terkait: Prabowo mengundang kelompok Islam untuk membahas keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Arif Havas Oegroseno mengatakan bahwa komite nasional di bawah Dewan Perdamaian Gaza akan diisi oleh teknokrat Palestina dan bertindak sebagai badan pelaksana program dan kegiatan dewan tersebut.Berbicara di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu malam, ia memberi pengarahan kepada wartawan setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan mantan menteri luar negeri, praktisi, dan pakar hubungan internasional.Arif mengatakan komite tersebut akan bertindak sebagai lengan eksekutif Dewan Perdamaian, beroperasi secara independen dari faksi-faksi politik, dan bertugas melaksanakan inisiatif yang disepakati dalam kerangka perdamaian Gaza.
“Dewan Perdamaian akan memiliki badan eksekutif, yaitu komite nasional yang diisi oleh teknokrat Palestina,” kata Arif, menambahkan bahwa anggota komite tersebut tidak berafiliasi dengan kelompok politik dan bertugas melaksanakan program-program. Para pelaksana. Arif mengatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam dewan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan bersama dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim yang dicapai melalui serangkaian pertemuan yang berfokus pada isu Palestina.
Ia menyebutkan bahwa negara-negara yang berpartisipasi meliputi beberapa negara di Timur Tengah, serta negara-negara di luar kawasan tersebut seperti Turki, Indonesia, dan Pakistan. “Ini adalah upaya kolektif,” kata Arif. Terpisah, Arif mengatakan Indonesia masih berkonsultasi dengan anggota dewan mayoritas Muslim lainnya mengenai kontribusi keanggotaan yang diusulkan oleh Amerika Serikat, yang menginisiasi Dewan Perdamaian.
Dia mengatakan pembahasan mengenai kontribusi keuangan masih berada pada tahap awal dan memerlukan koordinasi lebih lanjut di antara negara-negara anggota.Akibatnya, Arif mengatakan Indonesia belum dapat memberikan rincian mengenai besaran kontribusi, cara penggunaan dana, atau kapan pembayaran mungkin dilakukan. “Belum ada pembahasan mengenai kontribusi,” kata Arif, menekankan perlunya terlebih dahulu menyepakati pedoman.
Garis besar, koordinasi, posisi, dan mekanisme di antara negara-negara peserta. Indonesia secara resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah Presiden Prabowo menandatangani piagam pendiriannya selama peluncuran badan tersebut di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.Penandatangan lain dari piagam tersebut meliputi Hongaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.