Gunung Merapi di Indonesia memuntahkan delapan awan panas seiring meningkatnya aktivitas vulkanik – VIDEO

Gunung Merapi di Indonesia memuntahkan delapan awan panas seiring meningkatnya aktivitas vulkanik - VIDEO

Gunung Merapi di Indonesia memuntahkan delapan awan panas seiring meningkatnya aktivitas vulkanik – VIDEO

Liga335 daftar – + ↺ − 16 px
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan tercatatnya tiga kali letusan awan panas pada Minggu pagi, 12 April 2026.
Selama seminggu terakhir, telah terjadi total delapan kali emisi awan panas dari gunung berapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut, dan status siaga gunung berapi ini telah berada pada level III atau Siaga sejak November 2020, demikian dilaporkan News.Az mengutip TEMPO.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa peningkatan aktivitas ini teramati di tengah curah hujan yang terus menerus di puncak Merapi pada awal April.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa rangkaian emisi awan panas pada Minggu pagi dimulai pada pukul 05.45 WIB (Waktu Indonesia Barat) dengan jarak 1.

500 meter dan berlangsung selama 166,4 detik ke arah hulu Kali Boyong.

BERITA TERKAIT

Peristiwa kedua terjadi pada pukul 07.41 WIB dengan jarak emisi diperkirakan 1.400 meter dan berlangsung selama 132,1 detik, dan awan panas ketiga dilontarkan pada pukul 08.

21 WIB, mencapai jarak terjauh 2.000 meter ke arah hulu Kali Boyong. “Statusnya masih pada Level III atau Siaga,” kata Agus.

Catatan dalam sepekan terakhir menunjukkan konsistensi aktivitas Merapi, dimulai pada Selasa, 7 April 2026, dengan satu kali emisi awan panas mencapai 1.800 meter ke arah Kali Boyong. Kemudian, keesokan harinya, disusul satu kali emisi mencapai 1.

100 meter ke arah hulu Kali Sat atau Kali Putih.
Intensitasnya kemudian meningkat pada Kamis, 9 April, dengan dua peristiwa mencapai ketinggian 1.700 meter ke arah Kali Boyong.

Kemudian pada Sabtu, 11 April, terjadi emisi awan panas lainnya yang mencapai ketinggian 1.500 meter sebelum tiga emisi terjadi pada Minggu pagi.
Selain awan panas, berdasarkan pengamatan hingga Sabtu pukul 24.

00 WIB, asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal teramati pada ketinggian 475 hingga 525 meter di atas puncak Merapi. Juga tercatat bahwa terdapat 36 kejadian longsor lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Sementara itu, selama periode pengamatan pada Minggu pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, teramati asap kawah setinggi 500 meter dan satu kali emisi awan panas, serta sembilan kali longsoran lava dengan jarak luncur maksimum 1.

900 meter ke arah barat daya.
Saat ini, Agus menjelaskan, potensi bahaya lahar dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Kali Boyong hingga jarak lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer. Di sektor tenggara, potensi bahaya mengancam wilayah Sungai Woro hingga jarak 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km, sementara radius 3 km dari puncak harus waspada terhadap proyeksi material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif.

“Data pemantauan menunjukkan bahwa pasokan magma masih berlangsung, yang dapat memicu emisi awan panas di dalam zona potensi bahaya,” kata Dan. News.