Apakah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Melampaui 5% pada Kuartal Kedua Tahun 2026?
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun 2026 akan tetap di atas 5 persen. “Masih di atas 5 (persen),” kata Airlangga menanggapi pertanyaan wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Airlangga, investasi dan insentif yang disetujui pemerintah merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan nasional selama kuartal kedua tahun 2026. Airlangga mengatakan bahwa permintaan investasi relatif tinggi pada kuartal lalu, namun banyak pelaku usaha masih meminta pemerintah untuk mengatasi hambatan bisnis dalam negeri melalui program debottlenecking yang dijalankan oleh Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi, Menteri Koordinator Airlangga menyatakan bahwa hal tersebut akan tetap menjadi komponen kunci yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai catatan, Komponen investasi, atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), tumbuh secara solid sebesar 5,96 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini didorong oleh investasi pemerintah, termasuk proyek-proyek pembangunan yang terkait dengan prioritas nasional, serta investasi swasta. Perekonomian nasional mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal pertama tahun 2026.
Selain investasi, Airlangga menyatakan bahwa belanja pemerintah juga akan mendukung pertumbuhan pada sisa tahun 2026. “Kuartal ketiga dan keempat tentu akan didorong oleh belanja pemerintah dan investasi,” katanya. Belanja negara pada paruh pertama tahun 2026 mencapai Rp1.
656 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pengeluaran pemerintah pusat mendominasi, mencapai Rp1.298,6 triliun, naik 29,4 persen.
Demikian pula, realisasi investasi sepanjang paruh pertama tahun 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, naik 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.