Senjata Apa Saja yang Dibeli Indonesia dari India dalam Kesepakatan Pertahanan Terbaru Ini?
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia telah menyetujui pembelian dua sistem rudal buatan India. Kesepakatan tersebut dicapai selama kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada 7 Juli, saat ia melakukan pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
Meskipun pemerintah belum mengungkap nilai kontrak maupun jadwal pengiriman, kesepakatan ini termasuk di antara perjanjian pertahanan paling menonjol yang ditandatangani oleh Indonesia dan India dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi menjadi penambahan signifikan bagi persenjataan rudal Indonesia.
Senjata Apa yang Dibeli Indonesia?
Indonesia akan memperoleh rudal jelajah supersonik BrahMos dan rudal udara-ke-udara jarak jauh (beyond-visual-range) Astra.
Rudal BrahMos diproduksi oleh BrahMos Aerospace, sebuah perusahaan patungan antara India dan Rusia. Rudal ini dianggap sebagai salah satu rudal jelajah supersonik operasional tercepat di dunia dan mampu diluncurkan dari platform darat, laut, udara, dan kapal selam.
Sementara itu, rudal Astra adalah rudal udara-ke-udara buatan dalam negeri India yang d Dikembangkan untuk pertempuran pesawat tempur di luar jangkauan visual.
Rudal ini diproduksi oleh Bharat Dynamics Limited.
Perjanjian pengadaan BrahMos ditandatangani antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Indonesia, sedangkan kontrak rudal Astra ditandatangani oleh Bharat Dynamics Limited dan perusahaan pertahanan Indonesia, Republikorp.
Mengapa Indonesia Mengadakan Rudal-Rudal Ini?
Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Kementerian Pertahanan, mengatakan bahwa pengadaan ini dimaksudkan untuk mendukung kebutuhan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Menurut Rico, proses pengadaan telah melalui perencanaan komprehensif, studi strategis, dan evaluasi.
“Tujuannya adalah untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional, meningkatkan daya pencegah, serta menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia,” kata Rico kepada Tempo pada Sabtu, 11 Juli.
Pengadaan ini juga mencerminkan upaya Jakarta yang lebih luas untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya di tengah meningkatnya tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan meningkatnya persaingan di antara negara-negara adidaya.
Rincian Kontrak Tetap Dirahasiakan
Pemerintah Indonesia belum mengungkap rincian mengenai jumlah rudal yang dipesan, nilai kontrak, jadwal pengiriman, maupun rencana penempatan.
Rico mengatakan informasi tersebut tetap dirahasiakan karena pertimbangan keamanan nasional dan strategi militer.
“Kami tidak dapat mengungkapkan rincian kontrak, termasuk jadwal pelaksanaan, jumlah, nilai kontrak, atau jadwal pengiriman,” katanya.
Dia menambahkan bahwa keputusan mengenai penempatan dan penggunaan operasional sistem rudal BrahMos dan Astra berada di bawah kewenangan TNI.
TNI belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai di mana sistem-sistem tersebut akan ditempatkan atau bagaimana sistem-sistem tersebut akan diintegrasikan ke dalam struktur pertahanan Indonesia yang sudah ada.