Indonesia berupaya keras untuk menghindari penurunan peringkat oleh MSCI melalui reformasi pasar yang komprehensif

Indonesia berupaya keras untuk menghindari penurunan peringkat oleh MSCI melalui reformasi pasar yang komprehensif

Indonesia berupaya keras untuk menghindari penurunan peringkat oleh MSCI melalui reformasi pasar yang komprehensif

Slot online terpercaya – Indonesia berupaya keras menghindari penurunan peringkat oleh MSCI melalui reformasi pasar yang komprehensif
Berita terkait: Bursa Efek Indonesia menaikkan ambang batas free float untuk penawaran umum perdana (IPO)
Berita terkait: Indonesia yakin dapat mempertahankan status pasar berkembang di MSCI
Jakarta (ANTARA) – Indonesia mengambil langkah-langkah “serius” untuk mempercepat reformasi pasar modal setelah penyedia indeks global MSCI memperingatkan bahwa negara ini berisiko diturunkan statusnya menjadi pasar perbatasan jika gagal menunjukkan kemajuan yang memadai, kata seorang pejabat tinggi.Friderica Widyasari Dewi, anggota Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan bahwa regulator dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara aktif menangani kekhawatiran investor internasional. Pejabat OJK bertemu dengan MSCI di New York dua bulan lalu untuk membahas reformasi struktural.

“”Kami ingin menekankan transparansi,” kata Friderica kepada wartawan di sela-sela Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 di sini pada hari Selasa. Langkah regulasi ini dilakukan menyusul Peninjauan Klasifikasi Pasar MSCI 2026 w, yang dirilis pekan lalu, mengakui peta jalan reformasi terbaru Indonesia namun menekankan bahwa investor institusional global perlu melihat “pelaksanaan yang konsisten dan dampak yang berkelanjutan” di seluruh pasar.MSCI memperingatkan bahwa jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Peninjauan Indeks November 2026, mereka akan mempertimbangkan opsi-opsi lebih lanjut, “termasuk kemungkinan konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari Pasar Berkembang (Emerging Markets) ke Pasar Perbatasan (Frontier Markets).

”Penurunan peringkat tersebut dapat memicu arus keluar modal yang signifikan, karena dana pasif global mengikuti indeks yang terkait dengan tingkatan pasar tertentu. Untuk mencegah penurunan peringkat, OJK telah menerapkan beberapa langkah penting guna meningkatkan aksesibilitas dan transparansi pasar.Regulator tersebut menurunkan ambang batas pengungkapan wajib identitas pemegang saham dari 5 persen menjadi 1 persen dan menyesuaikan pedoman mengenai Pemilik Manfaat Akhir agar selaras dengan harapan MSCI.

Selain itu, OJK mendukung rencana bertahap untuk menggandakan persyaratan free-float minimum bagi perusahaan terdaftar OJK telah menaikkan batas kepemilikan asing di perusahaan-perusahaan dari 7,5 persen menjadi 15 persen, sekaligus menjanjikan langkah-langkah penegakan yang ketat, termasuk sanksi dan kemungkinan penghapusan dari daftar perdagangan bagi perusahaan yang tidak patuh. Selain itu, OJK telah menginstruksikan pimpinan IDX untuk mengadakan pertemuan teknis rutin dengan MSCI guna menyelesaikan masalah-masalah yang masih tersisa.Salah satu kendala yang masih ada adalah aliran informasi pasar, terutama ketersediaan pengungkapan informasi dalam bahasa Inggris yang tepat waktu bagi investor asing.

Dalam Laporan Aksesibilitas Pasar Global 2026, MSCI memberikan peringkat tertinggi untuk 10 dari 18 kriteria yang dinilai untuk Indonesia, yang mencerminkan keselarasan dengan praktik terbaik global. Namun, MSCI memberikan peringkat negatif untuk Aliran Informasi dan Liberalisasi Pasar Valuta Asing, yang menandakan adanya bidang-bidang yang memerlukan perbaikan segera menjelang penilaian penting pada bulan November.