Momentum IPO di Indonesia mencerminkan iklim investasi yang kuat: Airlangga

Momentum IPO di Indonesia mencerminkan iklim investasi yang kuat: Airlangga

Momentum IPO di Indonesia mencerminkan iklim investasi yang kuat: Airlangga

Liga335 – Momentum IPO Indonesia mencerminkan iklim investasi yang kuat: Airlangga
Berita terkait: IDX berjanji mempertahankan status pasar negara berkembang di tengah risiko penurunan peringkat
Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, arus penawaran umum perdana (IPO) yang terus berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencerminkan kepercayaan investor yang kuat terhadap iklim investasi Indonesia.Berbicara pada Upacara Pembukaan Perdagangan IDX di Jakarta pada hari Kamis, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk memperdalam pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan guna memperkuat sektor bisnis. “Selamat kepada Direktur Utama Bursa Efek Indonesia yang baru.

Ini adalah IPO pertama (sejak menjabat),” kata Airlangga, sambil menambahkan bahwa saat ini ada enam perusahaan lagi yang sedang dalam proses untuk mencatatkan sahamnya. Pencatatan terbaru ini menandai IPO kedua Indonesia pada tahun 2026 dan terjadi di tengah meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global. Menurut Airlangga, th Daftar ini menunjukkan optimisme dunia usaha yang terus berlanjut terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama tahun 2026, didukung oleh konsumsi domestik yang tangguh, investasi yang meningkat, serta reformasi struktural yang terus berlanjut.Airlangga menyoroti industri makanan dan minuman (F&B) sebagai salah satu mesin pertumbuhan utama negara ini. Sektor ini berkontribusi sebesar 7,31 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama tahun 2026, naik dari 7,20 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Industri ini tumbuh sebesar 7,04 persen selama kuartal tersebut, didorong oleh permintaan konsumen yang kuat selama musim libur keagamaan nasional. Investasi di sektor ini juga tetap kuat. Investasi langsung dalam negeri mencapai Rp16,34 triliun (sekitar US$907,78 juta), sedangkan investasi langsung asing mencapai Rp10,48 triliun (sekitar US$582,22 juta) pada kuartal pertama.”

Pencapaian ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor riil dan menunjukkan bahwa pasar domestik Indonesia “Perekonomian tetap dinamis, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan iklim investasi nasional berada di jalur yang tepat,” kata Airlangga. Ia menambahkan bahwa kepercayaan investor juga didukung oleh keputusan MSCI untuk mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang dalam tinjauan klasifikasi pasar bulan Juni 2026.Ke depan, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah, bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan IDX, akan terus mendorong reformasi pasar modal dengan memperkuat transparansi, tata kelola perusahaan, dan perlindungan investor guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.