Komisi VII DPR Ungkap 55 Persen Devisa Pariwisata Bertumpu di Bali

Jakarta – Komisi VII DPR RI mengungkapkan sekitar 55 persen devisa sektor pariwisata Indonesia masih bertumpu di Bali.

Kondisi ini menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap satu destinasi utama dalam industri pariwisata nasional.

Ketimpangan Destinasi Wisata

Komisi VII menilai konsentrasi devisa di Bali mencerminkan ketimpangan pengembangan pariwisata di daerah lain.

Selain itu, banyak destinasi potensial di luar Bali yang belum tergarap secara optimal.

Perlu Diversifikasi Pariwisata

DPR mendorong pemerintah untuk mempercepat diversifikasi destinasi wisata agar kontribusi devisa lebih merata.

Pengembangan destinasi baru dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap Bali.

Tingkatkan Infrastruktur dan Promosi

Untuk mendorong pemerataan, pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur serta promosi pariwisata di berbagai daerah.

Selain itu, aksesibilitas dan fasilitas pendukung menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan.

Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Komisi VII juga menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang baik, destinasi wisata di berbagai daerah dapat berkembang tanpa merusak lingkungan.

Harapan Pariwisata Nasional

Dengan strategi yang tepat, sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih merata terhadap perekonomian nasional.

Langkah ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah di Indonesia.