Tim SAR Indonesia terus melakukan pencarian terhadap 20 orang yang hilang akibat longsor di Cisarua.
Liga335 – Tim SAR Indonesia terus melanjutkan pencarian 20 korban yang masih hilang akibat longsor di Cisarua Berita terkait: Basarnas vaksinasi tim SAR selama pencarian korban longsor mematikan di Jawa Barat
Bandung, Jawa Barat (ANTARA) – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) memutuskan untuk melanjutkan pencarian 20 korban yang masih hilang setelah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah mengevaluasi hari ketujuh operasi.Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan di Bandung pada Jumat bahwa tim berhasil menemukan lima kantong jenazah selama operasi hari itu, karena kondisi cuaca relatif mendukung untuk pencarian. “Berdasarkan evaluasi hari ketujuh, 20 korban masih dilaporkan hilang, dan pencarian akan dilanjutkan.
Cuaca dari pagi hingga sore sangat mendukung operasi kami, dan kami berhasil menemukan lima kantong jenazah,” kata Syafii. Ia menjelaskan bahwa jumlah total korban yang ditemukan dari hari pertama hingga hari ketujuh operasi telah mencapai 60. Sementara itu, data dari Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Kepolisian Nasional menunjukkan bahwa 44 jenazah telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga mereka.
Syafii mencatat bahwa jumlah korban terus berubah seiring berjalannya proses pencarian dan penilaian lapangan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Sel Pengelolaan Pencarian (SMC), Komandan Insiden (IC), dan tim DVI Kepolisian. “Laporan awal menyebutkan bahwa 113 orang dari 34 keluarga terdampak. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa 158 warga dari 35 keluarga dilaporkan hilang.
Perubahan data ini merupakan bagian dari proses operasional di lapangan,” jelasnya. Meskipun menghadapi tantangan seperti medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak stabil sepanjang minggu, Syafii mengatakan operasi SAR terus berjalan optimal dengan keterlibatan berbagai lembaga.Operasi ini dilakukan 24 jam sehari dan didukung oleh upaya modifikasi cuaca yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
o Mengurangi curah hujan di area pencarian. “Kondisi medan dan cuaca belum sepenuhnya ideal, tetapi tanggap darurat telah dinyatakan untuk 14 hari, dan kami berharap semua korban dapat ditemukan sebelum periode tersebut berakhir,” kata Syafii. “Kami akan terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan selama masih ada harapan untuk menemukan korban.
Kami memohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar,” ujarnya mengakhiri.