Tiga orang tewas setelah protes atas kematian sopir taksi di Indonesia.
Liga335 – Tiga orang tewas setelah protes atas kematian sopir taksi di Indonesia 30 Agustus 2025 Bagikan Simpan Michael Sheils McNamee Berita Bagikan Simpan Gas air mata dan kembang api: laporan dari protes di Jakarta
Tiga orang tewas setelah demonstran membakar gedung dewan di Indonesia timur, di tengah demonstrasi nasional terkait kematian seorang pengemudi layanan berbagi tumpangan. Affan Kurniawan, 21 tahun, ditabrak oleh kendaraan polisi di Jakarta selama demonstrasi sebelumnya tentang upah rendah dan pengeluaran politikus yang masih berlangsung. Demonstrasi ini dianggap sebagai ujian penting bagi Presiden Prabowo Subianto, yang mengunjungi keluarga Kurniawan pada Jumat malam untuk menyampaikan belasungkawa.
Pada Sabtu, ia membatalkan perjalanan yang direncanakan ke China minggu depan untuk menghadiri parade militer memperingati berakhirnya Perang Dunia II, sementara bentrokan kekerasan terus berlanjut di seluruh Indonesia. Platform media sosial TikTok juga menangguhkan fitur siaran langsungnya di Indonesia selama beberapa hari sebagai respons terhadap protes. Para demonstran berkumpul selama akhir pekan.
d, termasuk di depan markas kepolisian di Bali, salah satu destinasi wisata paling populer di negara ini. Kepolisian di seluruh negeri menembakkan gas air mata ke arah kerumunan untuk mencoba membubarkan mereka. Pemakaman Affan Kurniawan berlangsung pada Jumat, dengan rekan-rekannya mendampinginya ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Mereka didampingi oleh Kepala Kepolisian Jakarta Asep Edi Suheri, serta politisi Rieke Dyah Pitaloka dan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, yang mengharapkan kasus ini diselidiki secara tuntas namun meminta pengemudi ojek online untuk menghentikan protes mereka demi menjaga stabilitas. Kepala polisi juga mengulangi permohonan maaf. Saat itu, para demonstran berkumpul di luar markas polisi untuk menuntut keadilan atas kematiannya.
Permohonan maaf juga telah disampaikan kepada keluarga Mr Kurniawan oleh Subianto, yang mengatakan dia “terkejut dan kecewa dengan tindakan berlebihan para petugas”. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, juga mengunjungi keluarga Mr Kurniawan, mengekspresikan. Mengucapkan belasungkawa dan memberikan bantuan keuangan untuk pengurusan pemakamannya.
Tujuh anggota Korps Brigade Mobil (Satbrimob) “dinyatakan melanggar kode etik profesi kepolisian” pada Jumat. Seiring berjalannya hari, kerumunan terus bertambah, terutama setelah mahasiswa Universitas Pertamina tiba. Sebelumnya, para demonstran memasang spanduk di jembatan pejalan kaki terdekat yang bertuliskan “tangkap para petugas sialan itu”.
Di Kwitang, kawasan pusat Jakarta, ketegangan meningkat saat para demonstran berbaris ke jalan di depan markas besar Kepolisian Nasional Indonesia. Mereka sebelumnya dihalangi oleh pasukan marinir dan tentara. Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran dari dalam stasiun, sementara demonstran juga mencoba memblokir konvoi polisi dan melempar batu ke arah kendaraan.
Meskipun hujan deras, beberapa demonstran melempar bom molotov dan kembang api ke arah kompleks polisi, seperti dilaporkan oleh mitra Kompas di Indonesia. Puluhan kendaraan juga dibakar, menurut kantor berita negara. Dilaporkan.
Demonstrasi juga terjadi di luar Jakarta, di Jawa Barat, Surakarta, Bandung, dan Medan. Rekaman drone dari pemakaman Bapak Kurniawan menunjukkan ribuan pengendara yang hadir untuk memberikan dukungan, sebagian berjalan kaki dan lainnya menggunakan kendaraan mereka – banyak di antaranya mengenakan seragam hijau khas perusahaan mereka, Gojek, sebuah aplikasi serba guna yang mencakup layanan berbagi tumpangan. EPA Para demonstran membakar penghalang jalan di luar markas besar kepolisian Jakarta.