Thailand Tak Ingin Ditekan dalam Pertemuan ASEAN soal Kamboja

Bangkok (liga335) — Pemerintah Thailand menegaskan tidak ingin berada di bawah tekanan dalam pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) terkait isu yang melibatkan Kamboja. Sikap tersebut disampaikan menjelang agenda pertemuan tingkat kawasan yang membahas sejumlah persoalan sensitif, termasuk dinamika hubungan bilateral di antara negara anggota.

Pernyataan itu mencerminkan keinginan Thailand agar setiap pembahasan di forum regional dilakukan secara setara, terbuka, dan menghormati kedaulatan masing-masing negara. Bangkok menilai pendekatan dialog dan musyawarah tetap menjadi prinsip utama dalam penyelesaian persoalan di kawasan.

“Thailand berharap pembahasan di ASEAN berlangsung konstruktif tanpa adanya tekanan politik terhadap negara mana pun,” kata seorang pejabat pemerintah Thailand kepada media setempat.

Tekankan Prinsip Non-Intervensi

Thailand menegaskan komitmennya terhadap prinsip non-intervensi yang selama ini menjadi fondasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Menurut Bangkok, setiap isu yang menyangkut hubungan antarnegara anggota, termasuk dengan Kamboja, seharusnya diselesaikan melalui dialog bilateral maupun mekanisme regional yang disepakati bersama.

Pemerintah Thailand juga menilai bahwa tekanan atau desakan terbuka dalam forum multilateral justru berpotensi memperkeruh suasana dan menghambat terciptanya solusi jangka panjang.

Hubungan Thailand–Kamboja

Hubungan antara Thailand dan Kamboja dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan, terutama terkait isu perbatasan dan kerja sama keamanan. Meski demikian, kedua negara menyatakan tetap berkomitmen menjaga stabilitas kawasan serta hubungan bertetangga yang baik.

Thailand menekankan bahwa komunikasi bilateral dengan Kamboja tetap berjalan dan diharapkan dapat menjadi jalur utama penyelesaian perbedaan pandangan.

Dinamika di Forum Regional

Isu ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap peran ASEAN dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan Asia Tenggara. Sejumlah negara anggota mendorong agar ASEAN lebih aktif dalam merespons persoalan regional, sementara sebagian lain menekankan pentingnya kehati-hatian agar tidak melanggar prinsip dasar organisasi.

Pengamat menilai sikap Thailand mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan akan solidaritas regional dan perlindungan kepentingan nasional. Bagaimana isu ini dibahas dalam pertemuan ASEAN mendatang akan menjadi indikator penting arah diplomasi kawasan.

Menjaga Stabilitas Kawasan

Thailand berharap pertemuan ASEAN dapat menghasilkan kesepahaman bersama yang memperkuat persatuan dan stabilitas Asia Tenggara. Bangkok menegaskan bahwa tujuan utama forum regional adalah membangun kepercayaan dan kerja sama, bukan menciptakan tekanan politik.

Dengan pendekatan dialog dan saling menghormati, Thailand meyakini ASEAN tetap dapat memainkan peran sentral dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah berbagai tantangan geopolitik.