Studio ‘Jumbo’ Visinema Mengusung Visi Masa Depan yang Berfokus pada Kekayaan Intelektual untuk Animasi Indonesia di Jaff Market
Liga335 – Studio di balik film animasi terlaris sepanjang masa di Indonesia dan Asia Tenggara, “Jumbo”, menggunakan platform Jaff Market untuk mendesak sektor hiburan negara ini agar memprioritaskan penciptaan kekayaan intelektual (IP) jangka panjang. CEO Herry B. Salim menyerukan pergeseran dari proyek-proyek sekali pakai serta dukungan pemerintah yang lebih kuat untuk membantu pelaku industri lokal bersaing di kancah global.
“Ketika kita berbicara tentang IP yang abadi, ini bukan sekadar produk akhir yang ingin kita jual. Ini tentang penceritaan [sebagai medianya] dalam menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan,” katanya kepada Variety. “Saat mereka menciptakan produk penceritaan, mereka harus memikirkan IP dan bukan sekadar sesuatu yang sekali pakai.
”Di booth Visinema di Jaff Market, dalam sebuah talkshow mini mengenai masa depan industri film Indonesia, Salim membahas betapa produk film kini semakin mainstream; bahkan sampai mengatakan bahwa hal itu akan menjadi “serupa dengan FMCG [Barang Konsumen Berputar Cepat].” “Cara orang mengonsumsi ‘barang’ [film] ini pasti akan setara,.