Prabowo: Indonesia Tetap Aman di Tengah Kekhawatiran Perang Dunia III

Prabowo: Indonesia Tetap Aman di Tengah Kekhawatiran Perang Dunia III

Prabowo: Indonesia Tetap Aman di Tengah Kekhawatiran Perang Dunia III

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara teraman jika Perang Dunia III benar-benar terjadi. Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai kondisi Indonesia lebih baik daripada kebanyakan negara lain.

Prabowo menyampaikan pandangannya saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja bersama kementerian, lembaga, dan badan usaha milik negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026. “Jika Perang Dunia III terjadi sekarang, negara mana yang akan aman? Indonesia berada di urutan teratas,” kata Prabowo dari podium.

Prabowo mengatakan bahwa ia tidak percaya situasi Indonesia saat ini suram. Narasi “Indonesia Gelap” merupakan judul salah satu demonstrasi yang menentang kebijakan pemerintahan Prabowo pada awal 2025. “Bagi saya, tidak ada ‘Indonesia Gelap.’

Indonesia cerah ketika banyak negara lain sedang mengalami kesulitan,” katanya. Prabowo memberikan contoh-contoh yang menurutnya menunjukkan keamanan Indonesia. Di Bali, katanya, terdapat banyak warga negara Rusia ia dan Ukraina, padahal kedua negara tersebut sedang berperang.

Menurut Prabowo, perang terjadi di mana-mana. “Negara mana yang tidak sedang berperang sekarang? Katakan padaku,” katanya.

Prabowo menyoroti perang-perang yang terjadi di Timur Tengah. Ia mempertanyakan ke mana uang dan modal di Timur Tengah akan mengalir di tengah kondisi tersebut. Prabowo melihat ini sebagai peluang bagi Indonesia, yang tidak sedang berperang.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi yang paling diminati. “Jadi, saudara-saudari, intinya adalah kita memiliki banyak potensi,” kata Prabowo. Saat ini, pemerintahannya berencana membangun Zona Keuangan Khusus (SFZ).

Tujuannya adalah menyediakan platform bagi wisatawan dan warga negara asing dari negara-negara yang sedang berperang untuk berinvestasi di Indonesia. Pemerintah menyatakan bahwa mereka akan dapat berinvestasi dengan insentif pajak yang menarik dan regulasi yang lebih longgar. Presiden menyebutkan bahwa Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan pembangunan SFZ di Bali.

Rencana ini telah. Hal ini telah dibahas sejak diskusi dimulai beberapa tahun lalu. Dengan zona ini, pemerintah berharap investasi dari negara-negara yang saat ini sedang dilanda perang akan mengalir ke Indonesia.

Misalnya, dari Timur Tengah atau Rusia dan Ukraina, karena menurut Prabowo, Indonesia aman dari perang.