Prabowo: Indonesia Akan Tetap Menjaga Biaya Haji 2026 Tetap Rp2 Juta Lebih Rendah
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan bahwa biaya haji tahun 2026 bagi jemaah haji Indonesia akan tetap lebih murah sebesar Rp2 juta, meskipun harga bahan bakar pesawat naik di tengah tekanan pasar minyak global.
“Kami akan memastikan bahwa biaya haji tahun 2026 ditekan sekitar Rp2 juta, meskipun harga bahan bakar pesawat telah naik,” kata Prabowo dalam rapat kerja pemerintah di Istana Kepresidenan di Jakarta pada Rabu.
Berbicara di hadapan sekitar 800 pejabat pemerintah, Prabowo mengatakan pemerintah tidak ingin membebani jemaah haji Indonesia dengan beban finansial yang lebih berat, terutama di saat harga minyak mentah global, termasuk bahan bakar penerbangan, melonjak.
Pemerintah Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat sebelumnya telah sepakat pada tahun 2025 untuk menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), atau total biaya layanan haji, sebesar Rp2 juta untuk musim haji tahun 2026.
Akibatnya, BPIH untuk tahun ini ditetapkan sebesar Rp87.
409.366 per jemaah.
Dalam sebuah se Dalam pertemuan terpisah dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar kenaikan komponen biaya haji tahun ini tidak dibebankan kepada jemaah haji Indonesia.
Irfan menjelaskan bahwa sebelum konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkat, biaya penerbangan rata-rata per jemaah diperkirakan sekitar Rp33,5 juta.
Namun, setelah konflik meletus dan mendorong kenaikan harga bahan bakar penerbangan, maskapai penerbangan mengusulkan biaya tambahan.
Dalam skenario di mana rute penerbangan tetap tidak berubah, tarif penerbangan rata-rata per jemaah diproyeksikan naik menjadi Rp46,9 juta, atau meningkat sebesar 39,85 persen.
Sementara itu, jika maskapai terpaksa mengubah rute penerbangan untuk menghindari zona konflik, biayanya bisa naik menjadi Rp50,8 juta per orang, atau sekitar 51,48 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Menurut Irfan, maskapai milik negara Garuda Indonesia telah mengusulkan biaya tambahan sekitar Rp7,9 juta US$480 per jemaah, sementara maskapai Saudi Airlines dari Arab Saudi telah meminta kenaikan sebesar US$480 per penumpang.
Meskipun ada tekanan akibat kenaikan biaya penerbangan, pemerintah tetap pada pendiriannya bahwa total biaya haji bagi jemaah Indonesia harus tetap lebih rendah dari yang direncanakan sebelumnya.
Namun, Menteri Haji dan Umrah Irfan menekankan bahwa arahan Presiden Prabowo tetap menjadi acuan utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
“Itu adalah komitmen Presiden Prabowo, dan beliau telah meminta kami serta tim untuk menindaklanjutinya dan menghitung dengan tepat apa yang dibutuhkan,” kata Irfan.