Pesawat Lion Air penerbangan JT-610 dari Indonesia jatuh ke laut dengan 189 orang di dalamnya, kata pihak berwenang

Pesawat Lion Air penerbangan JT-610 dari Indonesia jatuh ke laut dengan 189 orang di dalamnya, kata pihak berwenang

Pesawat Lion Air penerbangan JT-610 dari Indonesia jatuh ke laut dengan 189 orang di dalamnya, kata pihak berwenang

Liga335 – Catatan Editor: Tim pencarian telah tiba di lokasi dan tim investigasi sedang menyelidiki kecelakaan fatal tersebut. Baca pembaruan terbaru di sini. Berita sebelumnya pada hari Senin tercantum di bawah ini.

Sebuah pesawat Lion Air yang membawa 189 orang jatuh ke laut beberapa saat setelah lepas landas dari ibu kota Indonesia pada Senin dini hari. Maskapai tersebut mengatakan telah kehilangan kontak dengan Penerbangan JT-610 dan badan pencarian dan penyelamatan Indonesia memposting gambar-gambar puing-puing yang ditemukan dari pesawat Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan lepas pantai Jawa Barat. Belum ada kabar mengenai adanya korban yang selamat dan pesawat tersebut diyakini telah tenggelam setelah jatuh.

Pesawat tersebut telah meminta izin untuk kembali ke pangkalan tak lama sebelum kehilangan kontak, menurut Yohanes Sirait, juru bicara otoritas navigasi udara Indonesia. “Pihak pengatur lalu lintas udara mengizinkannya, tetapi kemudian kehilangan kontak,” tambahnya.
Kecelakaan ini merupakan bencana penerbangan terparah di Indonesia sejak penerbangan AirAsia jatuh ke laut pada Desember 2014, menewaskan seluruh 162 orang di dalamnya.

Ini adalah. Pukulan telak bagi rekam jejak keselamatan penerbangan negara ini setelah Uni Eropa dan Amerika Serikat mencabut larangan terhadap maskapai-maskapai penerbangannya.
Pesawat tersebut berangkat dari Jakarta sekitar pukul 06.

20 WIB pada Senin pagi, menurut laporan BBC News. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pesawat itu dijadwalkan menempuh penerbangan selama 1 jam 10 menit menuju Pangkal Pinang di kepulauan lepas pantai Sumatra.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (BNPP) Muhammad Syaugi mengatakan dalam konferensi pers bahwa penyelam sedang berusaha menemukan bangkai pesawat, yang menurut situs penerbangan Flightradar24 merupakan pesawat baru yang baru saja diserahkan kepada Lion Air pada bulan Agustus.

Pihak berwenang mengatakan pesawat tersebut mengangkut 178 orang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta dua pilot dan enam awak kabin. Kerabat korban telah berkumpul di Bandara Pangkal Pinang, seperti yang dilaporkan, di mana pusat krisis telah didirikan di sana dan juga di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
BBC News menyoroti sebuah tweet dari kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia yang tampaknya memperlihatkan bagian-bagian dari t he plane and personal belongings from the flight, including a crushed smartphone, books and bags.

Beberapa serpihan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang. Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA. Basarnas dan Kementerian Perhubungan terus melakukan penanganan.

Beberapa kapal tug boad berada di lokasi. pic.twitter.

com/Gb6P4zjCQF — Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) October 29, 2018
The Associated Press reports the Jakarta Search and Rescue Office cites the crew of a tug boat reporting a Lion Air flight falling from the sky. It said several vessels have headed to the location.
Local television coverage broadcast images of a fuel slick and debris field.

The National Search and Rescue Agency said the flight ended in waters off West Java that are 98 to 115 feet deep. Divers have been dispatched to the scene.
Serpihan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang.

Beberapa kapal tug boad membantu menangani evak uasi. Video direkam oleh awak kapal tunda yang berada di perairan Karawang. pic.

twitter.com/4GhKcRYkpG — Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) 29 Oktober 2018
Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mencuit, “data awal menunjukkan peningkatan kecepatan dan penurunan ketinggian pada transmisi terakhir.” Mereka memposting gambar lintasan penerbangan, yang menunjukkan JT-610 berputar ke selatan saat lepas landas dan kemudian menuju utara sebelum lintasan penerbangan berakhir secara tiba-tiba di atas Laut Jawa, tidak jauh dari pantai.

Pesawat tersebut dilaporkan hanya mencapai ketinggian 5.200 kaki.
Kami mengikuti laporan bahwa kontak dengan penerbangan Lion Air #JT610 terputus tak lama setelah lepas landas dari Jakarta.

Data ADS-B dari penerbangan tersebut tersedia di https://t.co/zNM33cM0na pic.twitter.

com/NIU7iuCcFu — Flightradar24 (@flightradar24) 29 Oktober 2018
BBC News melaporkan bahwa Boeing 737 Max 8 dirancang untuk penerbangan jarak pendek dan dilengkapi dengan kabin satu lorong yang dapat menampung maksimal 210 penumpang. Pesawat yang mengoperasikan Penerbangan JT-610 dikonfigurasi untuk menampung 189 penumpang, sebuah Konsultan penerbangan Gerry Soejatman mengatakan kepada BBC News.
Sebuah pesawat Boeing 737-800 Lion Air yang difoto pada 8 April 2016.

Getty
Lion Air adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Indonesia, yang mengoperasikan penerbangan domestik serta sejumlah rute internasional di Asia Tenggara, Australia, dan Timur Tengah, demikian dilaporkan BBC News. Pada 2013, salah satu pesawat Boeing 737-800 miliknya meleset dari landasan pacu saat mendarat di pulau resor Bali, dan jatuh ke laut tanpa menimbulkan korban jiwa di antara 108 orang yang berada di dalam pesawat.
Maskapai penerbangan Indonesia dilarang terbang ke Eropa pada tahun 2007 karena masalah keamanan, meskipun beberapa di antaranya diizinkan untuk melanjutkan layanan pada dekade berikutnya.

Larangan tersebut dicabut sepenuhnya pada bulan Juni tahun ini. Amerika Serikat mencabut larangan yang telah berlaku selama satu dekade pada tahun 2016.
Selvanaban Mariappen dan Peter Martinez turut berkontribusi dalam laporan ini.