Penelitian terbaru menyoroti potensi gempa bumi yang signifikan di ibu kota Indonesia
Liga335 daftar – Sesar Jakarta membentang di bawah bagian selatan ibu kota Indonesia, Jakarta. Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di dunia, dengan populasi lebih dari 30 juta jiwa di wilayah metropolitan. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti Indonesia menunjukkan bahwa sesar ini berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter, yang akan mengancam keselamatan banyak orang serta infrastruktur ekonomi yang sangat penting akibat guncangan tanah yang kuat.
Antara tahun 2019 dan 2023, para ilmuwan Indonesia dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Informasi Geospasial (BIG) mengumpulkan data pergerakan tanah di sepanjang Patahan Jakarta dari jaringan padat sistem navigasi satelit global (GNSS). Pengukuran ini mengungkapkan perubahan lambat pada pergerakan tanah berskala milimeter yang terjadi di sepanjang patahan, yang menandakan akumulasi energi yang perlu dilepaskan, berpotensi dalam gempa bumi di masa depan. Pemodelan geofisika menunjukkan bahwa pergerakan tanah Tegangan terus menumpuk di sepanjang sesar tersebut sebesar 3,2 mm per tahun, dengan sesar terkunci atau ‘terhenti’ hingga kedalaman setidaknya 7,2 km.
Penumpukan ini telah berlangsung setidaknya selama 210 tahun, yang berarti pelepasan seluruh tegangan tersebut saat ini akan mengakibatkan gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter. Meskipun gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter bukanlah hal yang langka di Indonesia, gempa tersebut umumnya terjadi di bawah laut. Bahayanya di sini adalah gempa tersebut dapat terjadi di tengah kawasan padat penduduk seperti Jakarta, yang berarti tingkat risiko yang jauh lebih tinggi terhadap nyawa dan infrastruktur.
Dr. Ekbal Hussain, ahli geosains penginderaan jauh dan salah satu pemimpin penelitian. Sesar Jakarta adalah sesar tektonik utama yang relatif baru dikenali di pulau Jawa, Indonesia.
Sesar ini merupakan bagian dari sistem sesar yang lebih luas yang melintasi sebagian besar Jawa, yang dengan populasi 157 juta orang, merupakan pulau terpadat di Bumi. Survei geofisika yang dilakukan pada tahun 1970-an dan 1980-an, bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Indonesia ter, membantu mengidentifikasi struktur tektonik utama ini untuk pertama kalinya, namun potensi gempa bumi yang dimilikinya masih belum jelas hingga saat ini. Pergerakan tanah di sepanjang Sesar Jakarta telah dimodelkan untuk memperkirakan laju penyimpanan energi (laju slip) pada sesar tersebut.
Sumber: Gunawan dkk., 2025. Penelitian ini merupakan bagian dari kemitraan penelitian strategis Inggris/Indonesia mengenai solusi bahaya geologi, sebagaimana diuraikan dalam White Paper yang baru-baru ini diterbitkan, Kemitraan Inggris/Indonesia untuk memajukan ilmu bahaya geologi guna penilaian risiko bencana di Indonesia.
Makalah tersebut, yang dikembangkan bersama oleh para ahli bahaya terkemuka dari Indonesia dan Inggris, menyajikan peta jalan strategis untuk secara signifikan mengurangi dampak bahaya geologi di negara ini. Yang penting, dokumen ini menyoroti kekuatan kemitraan ilmu pengetahuan Inggris dan Indonesia dalam menghadirkan ilmu ketahanan bencana terbaik. Informasi lebih lanjut Akses makalah lengkap: Batasan GNSS pada Sesar Jakarta, Indonesia: mengidentifikasi laju pergeseran dan potensi bahaya gempa Pendanaan Ini adalah w Penelitian ini didanai oleh program UKRI National Capability Geoscience untuk mengatasi tantangan lingkungan global.
Para peneliti dari Inggris dan Indonesia yang terlibat dalam studi ini terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menangani tantangan bahaya yang diidentifikasi dalam penelitian ini.