Pemotongan tarif AS untuk mendongkrak perekonomian Indonesia: DEN

Pemotongan tarif AS untuk mendongkrak perekonomian Indonesia: DEN

Pemotongan tarif AS untuk mendongkrak perekonomian Indonesia: DEN

Liga335 daftar – Pemotongan tarif AS untuk mendongkrak perekonomian Indonesia: DEN Berita terkait: BI optimis kesepakatan tarif AS akan menguntungkan pasar Jakarta (ANTARA) – Penurunan tarif yang dikenakan pada produk Indonesia yang masuk ke AS, dari 32 persen menjadi 19 persen, dapat membantu meningkatkan posisi ekonomi Indonesia, kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Pandjaitan menekankan bahwa keberhasilan pemerintah dalam memperoleh tarif yang lebih rendah merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat rantai pasokan, menarik investasi, dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai mitra dagang yang dihormati. “Kami tidak hanya membuka pintu lebar-lebar bagi asing — kami membuka lebih banyak peluang bagi produk dan usaha Indonesia untuk bersaing secara global.

Ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi kami dengan tujuan jangka panjang yang berakar pada kepentingan nasional,” ujarnya dalam pernyataan pada Kamis.Dalam kesepakatan tarif terbaru antara Indonesia dan AS, ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berupaya mengatasi hambatan tarif untuk berbagai produk AS agar dapat Pastikan manfaat bersama. “ Kebijakan ini bukan sekadar pengorbanan sepihak — ini adalah strategi untuk membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, dan memperluas jangkauan produk Indonesia secara lebih kompetitif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa DEN telah melakukan simulasi ekonomi yang membandingkan dampak tarif 32 persen dan 19 persen, menunjukkan bahwa tarif yang lebih rendah lebih menguntungkan bagi perekonomian nasional.Dengan tarif 19 persen, produk domestik bruto (PDB) Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,5 persen, didorong oleh peningkatan investasi yang diharapkan seiring dengan relokasi fasilitas manufaktur perusahaan global ke Indonesia.Fasilitas-fasilitas tersebut kemungkinan akan berfokus pada sektor-sektor padat karya seperti tekstil, pakaian, sepatu, furnitur, dan perikanan.

Selain itu, tingkat penyerapan tenaga kerja Indonesia dapat meningkat sebesar 1,3 persen, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pandjaitan menekankan bahwa DEN memandang pemotongan tarif sebagai momentum bagi Indonesia untuk mempercepat agenda deregulasi dan “DEN yakin bahwa kebijakan ekonomi nasional yang tepat sasaran dan berbasis data akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kompetitif,” ujarnya mengakhiri.