Lima perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda hidup sehat lebih lama
Liga335 – Perubahan sederhana yang didukung oleh ilmu pengetahuan yang dapat Anda lakukan sekarang untuk menjaga kesehatan Anda di masa tua.
Jika Anda sering kehilangan kunci, Anda tidak sendirian. Meningkatnya kelupaan merupakan bagian umum dari proses penuaan, dan ada keyakinan umum bahwa kemampuan kognitif kita akan menurun seiring bertambahnya usia.
Namun, gangguan kognitif bukanlah bagian yang tak terhindarkan dari penuaan. Ada langkah-langkah yang dapat kita ambil bersama untuk hidup sehat lebih lama, sekaligus melindungi otak kita.
Pada masa bayi awal, otak kita terus-menerus membangun koneksi baru antara neuron atau memperkuat koneksi yang sudah ada.
Saat masih anak-anak, lebih dari satu juta koneksi saraf baru terbentuk setiap detiknya pada tahun-tahun pertama kehidupan kita. Namun, seiring bertambahnya usia, proses ini mulai melambat, terutama ketika beberapa koneksi tersebut tidak lagi diperlukan. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa otak kita melewati lima “era” utama sepanjang hidup kita, dengan titik balik penting yang terjadi rata-rata pada usia sembilan, 32, 66, dan 83 tahun.
Studi tersebut menemukan bahwa otak kita baru mencapai tahap “dewasa” Pada usia 30-an, otak kita mulai mengalami pemisahan wilayah-wilayahnya, sementara strukturnya mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan pada pertengahan usia 60-an.
Namun, perubahan dalam cara kerja otak ini tidak sama bagi setiap orang, dan juga tidak bersifat permanen. Sama seperti kita melatih otot agar tetap kuat, menjaga koneksi otak membutuhkan kita untuk terus mengaktifkan pikiran.
Sebuah studi besar menemukan bahwa gaya hidup aktif dapat secara signifikan menunda atau bahkan membantu orang menghindari demensia. Tim peneliti menunjukkan bahwa pendidikan, bersosialisasi, pekerjaan, dan aktivitas rekreasi, membantu membangun apa yang dikenal sebagai “cadangan kognitif”, yang mengacu pada kemampuan otak untuk menahan kerusakan akibat penuaan, karena otak dapat menemukan jalur baru untuk mengkompensasi, sehingga membuat otak lebih tangguh terhadap penurunan fungsi yang terkait dengan usia.