Komnas HAM Indonesia akan memeriksa Panglima TNI terkait kasus penyerangan dengan cairan asam
Slot online terpercaya – Komnas HAM Indonesia Akan Memeriksa Panglima TNI Terkait Kasus Serangan Asam
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana memeriksa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait dugaan keterlibatan personel militer dalam serangan asam terhadap aktivis Andrie Yunus pada 12 Maret. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan dalam pernyataan pada Kamis bahwa komisi tersebut akan segera memanggil Panglima TNI untuk meminta klarifikasi mengenai kasus tersebut.Dia mengatakan ketidaksesuaian inisial tersangka yang diungkapkan oleh TNI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memerlukan klarifikasi lebih lanjut.”
Kami menilai perlu bagi TNI untuk mengklarifikasi inisial BHC dan BHW, yang menurut Polri merujuk pada orang yang sama dengan inisial yang berbeda,” katanya. Anis mengatakan Komnas HAM terus melakukan penyelidikan dan telah berkoordinasi secara intensif dengan Kepolisian Daerah Jakarta Raya. “Kami telah memperoleh informasi yang cukup mengenai para tersangka, bukti, dan hal-hal terkait lainnya,” katanya.
Dia mendesak agar kasus ini diproses secara sipil di pengadilan sipil, karena korban adalah warga sipil dan kasus ini tidak termasuk dalam kategori pelanggaran militer. Menurutnya, penanganan kasus di pengadilan sipil penting untuk mencegah impunitas serta memastikan transparansi dan akuntabilitas. Ia menambahkan bahwa berdasarkan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik, yang telah diratifikasi oleh Indonesia, negara berkewajiban untuk melakukan penyelidikan yang cepat, transparan, independen, dan akuntabel.
Anis juga mencatat bahwa persidangan militer umumnya tidak terbuka untuk umum, sehingga memperkuat kebutuhan akan proses persidangan yang terbuka. Sebelumnya, Komandan Polisi Militer Mayor Jenderal Yusri Nuryanto mengatakan empat personel TNI telah ditahan atas dugaan keterlibatan mereka dalam serangan tersebut. Para tersangka saat ini ditahan di Markas Besar Polisi Militer TNI untuk penyelidikan lebih lanjut.
Yusri mengatakan keempat personel tersebut bertugas di Detasemen Markas Besar Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.