Iran Lancarkan Gelombang Serangan ke-9 ke Israel dan AS di Timur Tengah

Teheran/Jakarta — Iran meluncurkan gelombang serangan kesembilan (9th wave) terhadap Israel dan sasaran militer serta fasilitas Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dalam konflik yang semakin meluas antara kedua blok militer tersebut, menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Serangan ini merupakan bagian dari apa yang disebut Iran sebagai “Operasi True Promise 4”, yang menyasar lokasi-lokasi militer hingga infrastruktur strategis di wilayah pendudukan Israel dan pangkalan AS di beberapa negara Teluk.

Kronologi Retaliasi Iran

Menurut IRGC, angkatan udara Iran telah memulai gelombang serangan kesembilan tersebut pada Minggu (1/3) terhadap berbagai target Israel dan instalasi militer AS di Timur Tengah. Pernyataan itu disiarkan melalui media nasional Iran.

Pendekatan ini muncul setelah serangan oleh Israel dan AS terhadap sejumlah wilayah di Iran yang terjadi sebelumnya, termasuk aksi militer yang menurut laporan telah menimbulkan kerusakan dan korban di dalam wilayah Iran sendiri. Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan balasan yang terus meningkat intensitasnya sejak akhir pekan lalu.

Sasaran dan Dampak Serangan

  • Target serangan mencakup pangkalan militer AS di kawasan dan beberapa titik di wilayah Israel.

  • Dalam gelombang sebelumnya, rudal dan drone Iran dilaporkan menembus sistem pertahanan negara-negara Teluk serta mengenai area permukiman di Israel.

  • Serangan juga sempat berdampak pada infrastruktur sipil seperti bandara di beberapa kota Teluk dan menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan internasional.

Sumber militer AS sebelumnya mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam operasi militer gabungan yang memicu balasan Iran, termasuk anggota militer AS dan warga sipil di Israel dan negara Teluk.

Konteks Konflik

Serangan balasan Iran merupakan bagian dari eskalasi konflik lebih luas yang dipicu oleh serangan udara bersama AS dan Israel terhadap target strategis di Iran, termasuk dugaan operasi militer yang menimbulkan kerusakan signifikan dan korban sipil.

Kedua kubu saling melancarkan serangan rudal dan drone dalam beberapa gelombang terakhir, menjadikan konflik ini salah satu eskalasi terbesar di kawasan dalam beberapa tahun terakhir.

Implikasi Regional

Kondisi ini turut memengaruhi keamanan regional — beberapa negara Teluk menutup ruang udara mereka, sementara respons internasional menyerukan de-eskalasi. Banyak negara, termasuk anggota Dewan Keamanan PBB, menekankan pentingnya meredakan ketegangan untuk mencegah konflik yang lebih luas.