Indonesia menyatakan bahwa impor produk pertanian AS dengan tarif nol tidak akan merugikan industri lokal.
Liga335 daftar – Indonesia menyatakan bahwa impor produk pertanian AS dengan tarif nol tidak akan merugikan industri lokal Menteri Perdagangan Budi Santoso membela keputusan pemerintah untuk menerapkan impor produk pertanian AS dengan tarif nol, dengan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan mengancam industri dalam negeri. Ia menekankan bahwa komoditas esensial seperti kedelai, gandum, dan kapas merupakan bahan baku kritis yang tidak diproduksi secara cukup di dalam negeri.Komoditas-komoditas ini terutama digunakan sebagai bahan baku industri,” kata Santoso di sini pada Jumat, menambahkan bahwa dengan AS sebagai sumber kedelai terbesar Indonesia dan pemasok utama gandum, memberlakukan hambatan perdagangan hanya akan merugikan industri dalam negeri.
Menteri menjelaskan bahwa penghapusan tarif adalah langkah strategis untuk menekan biaya impor dan biaya produksi, yang pada akhirnya memastikan harga konsumen tetap stabil.Penurunan biaya bahan baku berarti barang jadi menjadi lebih terjangkau. Sebaliknya, biaya input yang tinggi secara tak terhindarkan akan mendorong kenaikan inflasi pangan.
ion, katanya. Kedelai dan gandum merupakan komoditas dasar bagi sektor makanan dan minuman Indonesia, yang menjadi bahan baku utama untuk produk-produk pokok nasional seperti tahu, tempe, dan mie instan.Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan rantai pasokan yang konsisten, menstabilkan harga pasar, dan memperkuat ketahanan industri.
Langkah ini merupakan komponen kunci dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS (ART), yang menetapkan kerangka tarif nol persen untuk barang-barang pertanian tertentu guna memperlancar aliran perdagangan bilateral. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan perlindungan vital bagi daya beli rumah tangga, mencegah “guncangan inflasi” pada produk pangan sehari-hari.Perjanjian ini ditandatangani di Washington, D.
C., pada 19 Februari oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, kedua pemimpin menyambut perjanjian ini sebagai tonggak penting bagi keamanan ekonomi dan katalisator untuk “era emas baru” dalam hubungan AS-Indonesia.
Kemitraan Strategis Indonesia.