Indonesia menurunkan target penjualan otomotif 2025
Taruhan bola – Industri otomotif Indonesia sedang menghadapi penurunan tajam, sehingga mendorong seruan baru untuk intervensi pemerintah guna menstabilkan permintaan dan melindungi basis manufaktur negara ini. Penjualan kendaraan secara wholesales turun 10,6% dari tahun ke tahun pada Januari-Oktober 2025 menjadi 634.844 unit, menurut data Gaikindo.
Penjualan ritel turun 9,6% menjadi 660.659 unit pada periode yang sama, menandakan kontraksi pasar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperingatkan bahwa penurunan ini menimbulkan risiko serius terhadap pekerjaan, investasi, dan rantai pasokan di seluruh sektor manufaktur transportasi di Indonesia.
Oleh karena itu, Gaikindo telah merevisi target penjualan tahun 2025 dari 850.000-900.000 unit menjadi 780.
000 unit karena lemahnya pemulihan pasar. Asosiasi ini melihat tahun 2026 berpotensi lebih menantang jika insentif masih belum jelas dan memperingatkan bahwa penundaan intervensi dapat memperpanjang pengurangan produksi dan mengikis daya saing di basis otomotif Indonesia. Berbicara di sebuah acara industri pada tanggal 2 Desember, menteri mengatakan bahwa sektor otomotif Keterkaitan ke belakang dan ke depan yang luas dari sektor ini memperkuat kepentingan ekonominya.
“Sektor ini terlalu penting untuk diabaikan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa insentif-insentif diperlukan untuk mendukung permintaan dan penawaran. Kementerian saat ini sedang menyusun sebuah skema stimulus yang bertujuan untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar dan bukan hanya menguntungkan segmen-segmen tertentu. Penurunan paling tajam terjadi di segmen-segmen utama domestik yang secara tradisional menopang produksi lokal.
Kendaraan entry-level dengan harga sekitar Rp 200 juta ($12.000) turun 40%, segmen rendah (Rp 200-400 juta) merosot 36%, dan kendaraan komersial turun 23%. Kategori-kategori ini secara tradisional mendorong produksi massal dan konsumsi kelas menengah, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan utilisasi pabrik dan lapangan kerja.
Sebaliknya, penjualan kendaraan listrik melonjak, tetapi 73% dari 69.146 unit yang terjual tahun ini diimpor, yang berarti sebagian besar nilai ekonominya dihasilkan di luar negeri. Meskipun pertumbuhan kendaraan listrik sejalan dengan tujuan dekarbonisasi, pergeseran permintaan saat ini melemahkan produksi industri dalam negeri, demikian menurut Kementerian Perindustrian.
erin memperingatkan. Ketua Umum Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan bahwa industri otomotif akan sepenuhnya tunduk pada keputusan kebijakan pemerintah, dan menekankan bahwa dukungan apapun sangat penting untuk memulihkan kepercayaan pembeli. “Kami percaya pemerintah akan melakukan yang terbaik, tidak ada yang menginginkan PHK,” katanya.