Indonesia mengerahkan 396 tenaga kesehatan tambahan untuk pemulihan Aceh
Liga335 – Indonesia mengerahkan 396 tenaga kesehatan tambahan untuk pemulihan di Aceh
Berita terkait: Menteri Kesehatan menargetkan pemulihan penuh di wilayah banjir Sumatra pada bulan Maret
Berita terkait: Kementerian Kesehatan mengerahkan 119 relawan darurat ke Aceh Tamiang
Banda Aceh, Aceh (ANTARA) – Kementerian Kesehatan Indonesia, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh, telah mengerahkan 396 tenaga kesehatan cadangan tambahan ke wilayah-wilayah yang terkena banjir dan tanah longsor baru-baru ini di Aceh. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus mengatakan pada hari Minggu bahwa tim-tim tersebut akan bekerja selama 14 hari di delapan kabupaten dan kota yang terkena dampak.Ia menjelaskan bahwa sejak masa tanggap darurat, lebih dari 1.
200 tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Aceh telah dikerahkan di seluruh provinsi. Dalam sambutannya pada upacara pelepasan, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak selama fase tanggap darurat dan pemulihan pasca-bencana. Dalam pidato yang dibacakan oleh Asisten Bidang Urusan Khusus dan Kesejahteraan, Syakir , Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi kepada para petugas atas dedikasi mereka.
Ia mencatat bahwa pada hari ke-67 pasca bencana ini, Aceh kini berada dalam fase pemulihan yang menuntut ketekunan dan konsistensi.Pada fase ini, tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat sangat kompleks, mulai dari risiko penyakit hingga pemulihan fisik dan mental warga yang terdampak. “Selama fase pemulihan, kehadiran tenaga kesehatan sangat vital untuk memastikan proses pemulihan tetap berkelanjutan, efektif, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung tenaga kesehatan serta memastikan koordinasi yang efektif di lapangan.Aceh termasuk di antara tiga provinsi di Sumatra—bersama dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat—yang dilanda banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 1 Februari 2026, bencana tersebut telah merenggut 1.
204 nyawa, dengan 562 korban jiwa tercatat di Aceh h saja.