Indonesia Mempercepat Rehabilitasi Pasca-Bencana di Sumatra

Indonesia Mempercepat Rehabilitasi Pasca-Bencana di Sumatra

Indonesia Mempercepat Rehabilitasi Pasca-Bencana di Sumatra

Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang menyelesaikan rencana induk untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyelesaian tersebut akan dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Ini akan menjadi acuan bagi pelaksanaan program dan memastikan bahwa proses pemulihan pasca-bencana lebih terfokus dan terintegrasi,” katanya dalam pernyataan resmi dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Selasa, 7 April 2025. Pratikno menjelaskan bahwa penyelesaian ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan beberapa lembaga di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta pada Senin, 6 April 2026. Ia menyatakan bahwa mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatra merupakan prioritas utama.

“Dengan memastikan bahwa masyarakat “Kehidupan masyarakat dapat segera kembali normal melalui penyelesaian berbagai kendala, baik secara administratif maupun di lapangan,” ujarnya. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas, Pratikno mengundang Ketua Tim Pelaksana Satuan Tugas beserta stafnya untuk membahas berbagai hambatan di lapangan dan merumuskan langkah-langkah percepatan. “Kami menerima laporan dari Ketua Tim Pelaksana Satuan Tugas mengenai perkembangan dan masalah yang perlu ditindaklanjuti segera,” katanya.

Beberapa wilayah di Sumatra dilanda banjir dan tanah longsor pada awal 2026, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan cuaca ekstrem. Akibatnya, kawasan pemukiman tergenang banjir, jalan terputus, dan fasilitas umum rusak, termasuk jembatan, sekolah, serta layanan kesehatan.

Selain itu, kegiatan ekonomi masyarakat terganggu akibat terbatasnya distribusi logistik di beberapa wilayah terdampak. Pratikno mengatakan bahwa pencapaian Langkah-langkah yang telah diambil dalam menangani situasi sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Namun, diperlukan langkah-langkah yang lebih cepat dan terkoordinasi untuk memastikan masyarakat yang terdampak merasakan pemulihan tersebut.

“Pencapaian pemulihan pascabencana di tiga provinsi hingga saat ini sangat baik, tetapi tentu saja, kita perlu melangkah ke tahap berikutnya,” katanya. Pratikno menekankan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya dalam hal pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Pemerintah terus mengantisipasi kondisi darurat akibat bencana yang masih berlangsung di beberapa wilayah. Hal ini memastikan bahwa upaya tanggap darurat berjalan sejalan dengan proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi yang optimal dan berdampak.

tentang proses bagi masyarakat yang terdampak. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya.