Indonesia meminta terminal khusus haji kepada Arab Saudi

Indonesia meminta terminal khusus haji kepada Arab Saudi

Indonesia meminta terminal khusus haji kepada Arab Saudi

Liga335 – Indonesia meminta terminal khusus haji kepada Arab Saudi
Berita terkait: Indonesia akan memangkas biaya haji 2026 meski harga bahan bakar naik
Berita terkait: Pemerintah Indonesia menyatakan persiapan haji 2026 hampir selesai
Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto telah meminta persetujuan dari Kerajaan Arab Saudi untuk membangun terminal khusus bagi jemaah haji Indonesia guna memastikan perjalanan yang lebih cepat dan efisien. “Saya meminta izin dari Kerajaan Arab Saudi agar Indonesia memiliki terminal haji khusus,” ujarnya dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan di Jakarta pada Rabu, 8 April.Presiden menjelaskan bahwa terminal ini akan khusus diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia guna mempercepat proses masuk dan keluar selama musim haji.

Ia juga mengumumkan bahwa mulai tahun ini, masa tunggu maksimum bagi jemaah haji di Indonesia akan dipangkas menjadi 26 tahun dari sebelumnya 48 tahun. “Saya akan berupaya untuk memperpendeknya lagi,” kata Prabowo terkait efisiensi tersebut. untuk mengurangi daftar tunggu bagi warga negara.

Kepala negara juga menanyakan kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai Desa Haji Indonesia di Mekah bersama para pejabat Danantara, yang diwakili oleh COO Dony Oskaria dan CTO Sigit P Santosa. Para pejabat tersebut menegaskan bahwa pemerintah Indonesia melalui Danantara telah mengamankan total 45 hektar lahan untuk proyek tersebut. “”Kami akan membangun Desa Haji Indonesia, dengan belasan menara, yang dapat menampung (jemaah haji Indonesia),” lanjut Prabowo.

Mengenai efisiensi biaya haji, presiden memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan untuk membahas kerja sama usaha patungan dengan Saudia Airlines. Menurutnya, kerja sama usaha patungan tersebut dapat membantu Indonesia mengurangi biaya haji sekaligus memberikan manfaat bagi kedua maskapai nasional. “”Garuda telah mengangkut jemaah haji ke Arab Saudi dan kembali kosong, yang tidak efisien, dan penerbangan Saudi yang membawa jemaah kita pulang juga kembali kosong, jadi kita harus bekerja sama dengan.

” “Mendirikan anak perusahaan dengan kepemilikan 50 persen dari Indonesia dan 50 persen dari Arab Saudi,” kata Prabowo. Jika rencana ini berhasil, pesawat Garuda yang mengangkut jemaah haji ke Tanah Suci akan dapat kembali dengan membawa penumpang, bukan terbang kosong.Hal yang sama berlaku bagi maskapai Saudi yang akan dapat kembali ke Arab Saudi dengan penumpang setelah selesai mengangkut jemaah haji Indonesia pulang.

Presiden juga mengingatkan Kairupan mengenai instruksi yang dikeluarkan dua bulan sebelumnya dan meminta dia untuk memberikan laporan perkembangan tindak lanjutnya. “Apakah sudah dilaksanakan? Saya memberikan perintah tersebut sekitar dua bulan yang lalu.

Ini harus segera dilakukan. Direktur Utama Garuda akan menemui saya nanti,” kata Prabowo kepada pejabat tersebut.