Indonesia berencana melakukan reformasi visa untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing.

Indonesia berencana melakukan reformasi visa untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing.

Indonesia berencana melakukan reformasi visa untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing.

Liga335 daftar – Indonesia merencanakan reformasi visa untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing
Berita terkait: Inggris mempermudah proses aplikasi visa bagi mahasiswa Indonesia Berita terkait: Jumlah visa yang diterbitkan untuk mahasiswa Indonesia meningkat lebih dari 20 persen Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sedang menjajaki proses visa yang lebih sederhana untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional di Indonesia.“Kami ingin lebih banyak mahasiswa asing di Indonesia, jadi proses administratif harus ditingkatkan. Universitas harus fokus pada akademik, sementara layanan harus lebih sederhana, cepat, dan dapat diprediksi,” kata ahli Kemdiktisaintek Hermawan K.

Dipojono di Jakarta pada Selasa. Tantangan seperti beban administratif yang berat di kampus sebagai sponsor visa, waktu pengolahan yang lama, biaya visa yang relatif tinggi, transparansi yang terbatas, dan integrasi sistem antar lembaga yang lemah menghambat daya saing Indonesia dalam menarik mahasiswa asing dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. hbors.

Untuk mengatasi masalah ini, pejabat mengusulkan transformasi peran sponsor, memungkinkan mahasiswa internasional mengajukan dan membayar visa secara mandiri menggunakan Surat Penerimaan (LoA) yang diterbitkan oleh universitas. Sistem baru ini bertujuan untuk mengurangi beban operasional universitas, memungkinkan institusi fokus pada kualitas akademik, pengembangan mahasiswa, dan pemantauan kinerja. Hermawan mengatakan perbaikan sistem visa mahasiswa asing merupakan bagian inti dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia dan langkah untuk memfasilitasi peredaran talenta global ke negara ini.

“Visa merupakan kesan pertama yang dimiliki mahasiswa internasional tentang Indonesia,” tambahnya, menekankan pentingnya strategis visa.Menyuarakan hal yang sama, Mukhamad Najib, Direktur Urusan Institusi di Direktorat Pendidikan Tinggi, menyoroti kebutuhan akan kerja sama lintas kementerian untuk membangun layanan publik yang adaptif dan berorientasi pada solusi.Najib mencatat reformasi dapat mencakup penurunan biaya visa mahasiswa, serta penawaran “zero rupiah” untuk imigrasi.

Komponen beasiswa untuk penerima beasiswa di universitas negeri, menghapus persyaratan keluar wajib untuk transfer akademik, dan mengizinkan pekerjaan paruh waktu bagi mahasiswa dalam bidang pengajaran, penelitian, atau magang.