Indonesia akan membeli jet tempur KAAN hanya jika tidak mengandung komponen buatan Amerika Serikat.
Liga335 daftar – Indonesia akan membeli jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turki hanya jika pesawat tersebut tidak mengandung komponen yang tunduk pada kontrol ekspor AS.
Hal ini dilaporkan oleh Cavok. Persyaratan ini mencerminkan strategi Jakarta untuk memastikan kemandirian dan kemerdekaan politik dalam penggunaan aset militernya, menghindari pembatasan yang dapat memengaruhi operasi, pembaruan di masa depan, atau transfer teknologi.
ITAR (International Traffic in Arms Regulations) adalah seperangkat aturan AS yang mengatur ekspor peralatan dan teknologi pertahanan, termasuk produk yang diproduksi di luar negeri yang mengandung komponen, perangkat lunak, atau pengetahuan teknis asal Amerika.
Dalam praktiknya, hal ini berarti bahkan sistem yang dikembangkan oleh pihak ketiga mungkin memerlukan izin Washington untuk dijual, diekspor kembali, atau dimodifikasi — suatu masalah yang banyak negara anggap sebagai risiko strategis. Pesawat tempur KAAN selama penerbangan demonstrasi.
Foto dari sumber terbuka Indonesia pernah menghadapi pembatasan serupa sebelumnya, yang menjelaskan pendekatan hati-hatinya saat ini. Pada tahun 2025, Turki an Indonesia telah menandatangani perjanjian kerangka kerja senilai sekitar $15 miliar untuk potensi ekspor pesawat tersebut, membuka jalan bagi kerja sama industri skala besar, termasuk pengadaan, produksi lokal, dan transfer teknologi.
Menurut Mehmet Demiroglu, CEO Industri Dirgantara Turki, penjualan KAAN ke Indonesia akan dilakukan dalam tiga tahap.
Tahap pertama telah diformalkan melalui perjanjian kerangka kerja, dengan tahap-tahap berikutnya direncanakan untuk tahun 2026. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memungkinkan program mencapai skala industri dan operasional penuh.
Pesawat tempur generasi kelima Turki KAAN selama pengujian.
Kredit foto: SavunmaSanayiST Bagi Indonesia, persyaratan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan angkatan udara jangka panjang. Jakarta tidak hanya mencari pesawat berkemampuan tinggi tetapi juga akses tak terbatas untuk pemeliharaan, peningkatan, dan modifikasi masa depan tanpa bergantung pada persetujuan pihak ketiga. Sementara negosiasi terus berlanjut, jadwal dan kemajuan program KAAN dalam pengembangan.
Mesin dalam negeri Turki tetap menjadi faktor kunci dalam menuntaskan kesepakatan. Indonesia telah menyatakan kesediaannya untuk menunggu konfigurasi yang bebas dari ITAR, meskipun proyek ini memiliki pentingnya strategis dan industri.