Gereja-gereja di Indonesia membuka pintu bagi para wisatawan Muslim
Liga335 – Gereja St. Joseph Dabuk Rejo di Sumatera Selatan merupakan salah satu gereja yang terlibat dalam program untuk membantu para pelancong Muslim (UCA News/Disediakan) Kementerian Agama Indonesia untuk pertama kalinya melibatkan gereja-gereja dalam program yang mengubah tempat ibadah menjadi tempat peristirahatan bagi jutaan Muslim yang pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri. Sumber: UCA News.
Sebelumnya terbatas pada masjid, program tahun ini mencakup 477 gereja Katolik dan 106 gereja Protestan, yang akan mengoperasikan pos istirahat 24 jam bagi para pelancong yang mengikuti tradisi pulang kampung tahunan yang dikenal sebagai mudik. Gereja-gereja tersebut termasuk di antara 7.487 tempat ibadah yang berpartisipasi dalam inisiatif “tempat ibadah ramah mudik”, yang dimulai pada 17 Maret.
Sebagian besar lokasi tersebut adalah masjid (6.859), serta 45 kuil Buddha. Di lokasi-lokasi ini, para pelancong dapat menggunakan fasilitas seperti area istirahat, toilet, makanan dan minuman, serta stasiun pengisian daya ponsel, kata kementerian tersebut.
Kamaruddin Amin, sekretaris jenderal kementerian, s Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas peran rumah ibadah melampaui ritual keagamaan. “Agama tidak boleh terbatas pada masalah keyakinan atau moral pribadi. Dampaknya harus terasa secara sosial – agama harus mencerahkan dan memberikan solusi,” katanya dalam sebuah pernyataan.
“Program ini adalah salah satu perwujudan konkret dari peran tersebut.” Salman Habeahan, direktur urusan Katolik di kementerian tersebut, mengatakan pemilihan 477 gereja tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan para penasihat komunitas Katolik di seluruh negeri. Gereja-gereja yang berpartisipasi berlokasi di Sumatra, Sulawesi Utara, Jawa, Papua, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.
“Ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan di antara masyarakat,” kata Habeahan. Papan tanda yang dipasang di depan gereja-gereja yang berpartisipasi bertuliskan: “Lelah? Silakan mampir dan beristirahat.
” Habeahan mengatakan inisiatif ini dimaksudkan untuk membantu para pelancong beristirahat dengan aman dan melanjutkan perjalanan mereka dengan nyaman. “Inisiatif ini adalah wujud nyata “tentang toleransi dan solidaritas kemanusiaan dalam menyambut Idul Fitri, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan di antara umat Katolik yang sedang menjalani masa Prapaskah,” ujarnya. Mudik adalah tradisi tahunan di Indonesia di mana masyarakat pulang ke kampung halaman menjelang hari raya besar, terutama Idul Fitri.
Kementerian Perhubungan memperkirakan 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode liburan tahun ini, yang dimulai kemarin dan akan berlanjut dengan perjalanan pulang hingga akhir bulan.