Gaya hidup yang buruk meningkatkan risiko diabetes bagi warga Jakarta: pejabat

Gaya hidup yang buruk meningkatkan risiko diabetes bagi warga Jakarta: pejabat

Gaya hidup yang buruk meningkatkan risiko diabetes bagi warga Jakarta: pejabat

Taruhan bola – Gaya hidup buruk membahayakan warga Jakarta terhadap diabetes: pejabat Berita terkait: Menteri Indonesia dorong reformasi untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis Jakarta (ANTARA) – Dinas Kesehatan Jakarta menyoroti bahwa pilihan gaya hidup yang buruk membahayakan orang terhadap diabetes mellitus dini, dan menambahkan bahwa mereka sedang berupaya mempromosikan kebiasaan yang lebih baik untuk mengatasi tren ini. “Mungkin 20–30 tahun yang lalu, kita lebih sering mendengar tentang orang yang menderita diabetes di usia lanjut. Namun kini, orang-orang di usia 30-an dan 40-an menderita diabetes dan hipertensi,” kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia, di sini pada Senin.

Kondisi kesehatan ini telah menjadi umum di kalangan muda di daerah perkotaan seperti Jakarta. Salah satu faktor risiko di balik tren ini adalah gaya hidup sedentari, atau kurangnya aktivitas fisik di kalangan pemuda, tambahnya. “Sebagian besar aktivitas harian mereka hanya duduk di depan komputer atau menggunakan gadget dalam waktu lama,” ujarnya.

Penduduk perkotaan juga cenderung mengonsumsi makanan yang. Minuman yang tinggi kandungan gula, garam, dan lemak, katanya. Oleh karena itu, pemerintah saat ini sedang mengupayakan upaya untuk menekan penyakit tidak menular, termasuk dengan mempromosikan pilihan gaya hidup sehat, sebagai upaya pencegahan dini.

“Oleh karena itu, inilah saatnya bagi kita untuk bergerak bersama, mengubah gaya hidup. Bukan hanya untuk orang dewasa atau lansia, melainkan kita harus mulai dari anak-anak,” kata Oktavia.Menurut data skrining kesehatan dari administrasinya, setidaknya 62,09 persen aparatur sipil negara di Jakarta mengalami obesitas, dengan 40,03 persen mengalami obesitas tahap satu (Indeks Massa Tubuh 30–40) dan 22,06 persen obesitas tahap dua (BMI 40,1–50,0).

Data tersebut dicatat selama pemeriksaan kesehatan sekitar 9.936 pegawai pada tahun 2024. Pemeriksaan meliputi perhitungan BMI, tekanan darah, gula darah, dan pemeriksaan kesehatan mental.

Pegawai negeri sipil juga menjalani tes kebugaran fisik, termasuk Rockport Walk Test untuk mengukur kesehatan jantung dan paru-paru. Dalam tes tersebut, hanya 9,6 persen pegawai yang lolos. Hasil “baik” dan “sangat baik”, menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan aktivitas fisik mereka.