Ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global: Bank Dunia

Ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global: Bank Dunia

Ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global: Bank Dunia

Liga335 daftar – Ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global: Bank Dunia Ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang tangguh pada kuartal pertama 2025, dengan pertumbuhan sebesar 4,9 persen secara tahunan, meskipun di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut, menurut Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk.Berbicara pada peluncuran laporan Prospek Ekonomi Indonesia di Jakarta pada Senin, Turk menekankan bahwa fondasi makroekonomi yang kuat—seperti inflasi rendah, cadangan keuangan yang memadai, dan disiplin fiskal yang konsisten—telah membantu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.Dia menilai bahwa langkah-langkah ini telah mendukung ekonomi dalam menghadapi pengurangan belanja pemerintah dan meredam perlambatan investasi.

“Kinerja ekonomi Indonesia saat ini mencerminkan fondasi yang kuat dan respons kebijakan yang bijaksana,” ujarnya. Turk mencatat bahwa manfaat pertumbuhan terbaru paling dirasakan oleh kelompok berpenghasilan rendah. Namun, kelas menengah belum merasakan keuntungan yang sama, seperti yang tercermin.

Pertumbuhan konsumsi yang lebih lambat di segmen tersebut. Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan laju rata-rata tahunan sebesar 4,8 persen antara tahun 2025 dan 2027. Dia juga menyoroti inisiatif seperti peluncuran Danantara Indonesia dan program perumahan pemerintah sebagai pendorong utama investasi di masa depan.

Target pemerintah untuk membangun tiga juta unit perumahan per tahun sejalan dengan strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan publik. Dengan investasi publik tahunan sebesar US$3,8 miliar, program perumahan ini diperkirakan akan menciptakan 2,3 juta lapangan kerja dan menarik investasi swasta sebesar US$2,8 miliar, sambil meningkatkan standar hidup di seluruh negeri.Namun, Turk mengingatkan bahwa risiko tetap ada, termasuk tantangan dalam perdagangan global dan volatilitas harga komoditas.

Meskipun demikian, ia optimis bahwa fokus pemerintah yang berkelanjutan pada deregulasi, reformasi perdagangan, dan digitalisasi akan membantu mitigasi risiko tersebut dan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 5,5 persen per tahun pada 2027.