Bagaimana Danantara Menarik Investor untuk Masuk ke Indonesia
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – CEO Dana Investasi Negara (DIN) Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan pemerintah sedang berupaya menarik investor, salah satunya dengan menampilkan partisipasi pemerintah dalam suatu proyek. “Ini adalah investasi bersama.
Jika [investor] melihat bahwa bahkan pemerintah pun berinvestasi di dalamnya, mereka akan cenderung mengikuti,” kata Rosan di Jakarta pada Rabu, 14 Januari 2026, menambahkan bahwa metode ini meningkatkan kepercayaan investor karena mitigasi risiko yang lebih baik. Langkah ini juga menawarkan stabilitas sosial dan politik, termasuk menjelaskan kepada investor tentang dampak masa depan jika terjadi suatu peristiwa. Bos Danantara juga menyebutkan bahwa bonus demografi memang akan memperkuat daya tawar tenaga kerja.
Namun, prioritas tetap pada sumber daya manusia yang terampil. Sementara itu, Rosan mengatakan salah satu hambatan dalam menarik investor adalah kebijakan dan regulasi yang menghambat perkembangan. “Kami berusaha mempercepat pertumbuhan untuk mencapai pertumbuhan yang baik dan adil,” katanya.
Tahun ini Indonesia menargetkan untuk mencapai investasi sebesar Rp2.100 kuadriliun, dan Rp13 kuadriliun pada tahun 2029. Negara ini melampaui target realisasi investasinya tahun lalu dengan Rp1.
937 kuadriliun. “Hal ini disebabkan oleh penciptaan lapangan kerja untuk 2,7 juta orang, yang berkontribusi sebesar 29% terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Rosan juga mengungkap beberapa proyek hilir yang akan memulai peletakan batu pertama pada Februari 2026.
“Akan ada proyek bauksit, aluminium di Balikpapan, bioavtur, dan juga kilang minyak. Kemudian akan ada peternakan unggas di lima lokasi,” katanya. Mengenai proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME), ia menyebutkan bahwa proyek tersebut juga kemungkinan akan memulai groundbreaking pada Februari 2026.
Untuk proyek DME, dilakukan analisis mengenai teknologi yang akan diterapkan dalam proyek tersebut. “Teknologi tersebut dianalisis oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa.” Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan groundbreaking enam proyek hilir.
Proyek-proyek ini akan dimulai pada Februari 2026, dengan nilai investasi total sebesar US$6 miliar. Kepala Negara menyampaikan hal ini saat peresmian Rencana Induk Pengembangan Kilang (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selama acara tersebut, Prabowo menyebutkan bahwa proyek-proyek hilir ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.
Prabowo mengatakan proyek-proyek hilir ini akan menarik arus investasi asing yang besar. “Saya mengharapkan jumlah investasi yang besar akan masuk. Dan untuk itu, kita harus benar-benar mempersiapkan tenaga kerja, manajemen, dan manajer muda untuk menangani proyek-proyek ini.”