UC San Diego Akan Menguji Teknologi Tenaga Listrik Inovatif untuk Pusat Data AI
Isi Artikel
Poin-Poin Penting
San Diego Supercomputer Center akan menguji transformator solid-state baru yang mengurangi pemborosan energi, menekan biaya, dan memperkecil ukuran peralatan listrik tanpa mengorbankan kinerja.
Proyek ini dirancang untuk membantu pusat data mendukung keandalan jaringan listrik sekaligus menyediakan data berharga bagi para perencana utilitas dan pembuat kebijakan.
Proyek ini akan menciptakan jalur karier yang menghubungkan penduduk dari komunitas yang kurang beruntung dengan pekerjaan di bidang operasi pusat data dan infrastruktur energi.
San Diego Supercomputer Center (SDSC) di Halıcıoğlu School of Data Science and Computing, Universitas California San Diego, akan berfungsi sebagai tempat uji coba untuk proyek baru senilai $8,48 juta yang didanai oleh California Energy Commission (CEC), yang berpotensi mengubah cara pusat data AI menerima dan mengelola listrik.
Proyek ini akan menjadikan SDSC sebagai salah satu pusat data AI operasional pertama di Amerika Serikat yang mendemonstrasikan arsitektur daya baru yang dirancang untuk mengurangi pemborosan energi, menurunkan biaya, dan dan meningkatkan keandalan jaringan listrik. Selain teknologi itu sendiri, inisiatif ini juga mencakup apa yang oleh tim proyek digambarkan sebagai salah satu upaya pengembangan tenaga kerja pusat data yang berpusat pada kesetaraan pertama di California, yang membuka jalan menuju karier di sektor kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur energi yang berkembang pesat.
Memenuhi Kebutuhan Energi AI yang Terus Bertambah
Seiring dengan terus berkembangnya kecerdasan buatan, kebutuhan energi yang diperlukan untuk mendukungnya pun ikut meningkat. Komputer yang menggerakkan AI kini jauh lebih boros energi. Satu rak perangkat keras AI dapat membutuhkan listrik hingga 50 kali lebih banyak daripada rak server konvensional yang dipasang beberapa tahun lalu.
Tantangannya bukan hanya seberapa banyak daya yang dikonsumsi sistem-sistem ini, tetapi juga bagaimana daya tersebut disalurkan. Pusat data tradisional mengandalkan beberapa tahap konversi sebelum listrik mencapai peralatan komputasi, dengan setiap tahap membuang sebagian energi dalam bentuk panas.
Untuk mengatasi masalah ini, tim UC San Diego bekerja sama dengan para pemimpin industri untuk mengembangkan sistem penyaluran daya sistem yang menghilangkan banyak tahap konversi tersebut.
Proyek yang berbasis di SDSC ini akan menyediakan platform uji coba agar listrik dapat dialirkan secara lebih langsung dan efisien dari jaringan listrik ke peralatan komputasi.
“Penelitian ini berpotensi mengubah secara mendasar cara pusat data AI berinteraksi dengan jaringan listrik,” kata Rektor Pradeep K. Khosla.
“Dengan memangkas biaya dan mengurangi jejak lingkungan, penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi penting ini secara berkelanjutan.
Jalur yang Lebih Cerdas dari Jaringan Listrik ke Rak
Inti dari proyek ini adalah Alderbuck Energy yang berbasis di San Diego, yang timnya mengembangkan solusi konversi daya dan manajemen energi cerdas untuk pusat data serta pelanggan dengan beban besar lainnya. Trafo solid-state (SST) dua arah dari Alderbuck, yang mengubah arus bolak-balik tegangan menengah secara langsung menjadi arus searah 800 volt melalui satu perangkat ringkas, akan memainkan peran besar dalam proyek baru yang didanai oleh CEC ini. Dengan menyederhanakan rantai penyaluran daya, tim berharap sistem ini Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kebutuhan peralatan, serta menekan biaya pemasangan dan operasional.
Proyek ini dirancang untuk menangani beban komputasi AI sebesar dua megawatt, sekaligus mengurangi ruang yang dibutuhkan oleh peralatan listrik lebih dari 50% dan mencapai penghematan energi yang diproyeksikan sekitar 25%.