Indonesia dan Bank Dunia mempersiapkan program ekonomi hijau untuk desa-desa
Liga335 daftar – Indonesia dan Bank Dunia Siapkan Program Ekonomi Hijau untuk Desa-desa
Berita terkait: Pedesaan Indonesia sebagai frontir pertumbuhan baru di tengah ketidakpastian global
Banyumas, Jawa Tengah (ANTARA) – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia untuk menjajaki pelaksanaan program Ekonomi Hijau Terpadu dan Ketahanan Pangan (Sehati) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.Perwakilan dari kedua lembaga tersebut mempercepat persiapan melalui diskusi dengan para pemimpin pemerintah Banyumas dan kunjungan ke beberapa desa di seluruh kabupaten tersebut.Rio Pongdapati, Kepala Bidang Pengadaan Kementerian tersebut, mengatakan setelah pertemuan di Banyumas pada Selasa bahwa agenda di Banyumas merupakan bagian dari langkah-langkah menuju pelaksanaan program nasional yang dijadwalkan berlangsung dari tahun 2027 hingga 2031.
Ia mengatakan timnya berencana mengumpulkan data mengenai lembaga-lembaga desa, termasuk pengelolaan keuangan dan mekanisme pengadaannya, sebagai dasar pelaksanaan program tersebut. “Program ini, su “Didukung oleh dana sekitar US$600 juta, program ini juga akan mengklasifikasikan desa-desa penerima manfaat berdasarkan kualitas kelembagaan, pengelolaan keuangan, dan kesiapan pelaksanaan,” kata Rio. Koordinator Tim Program Sehati Bank Dunia, Nur Hidayat, menjelaskan bahwa inisiatif swasembada ini dimaksudkan untuk mendukung prioritas Indonesia, khususnya upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa meskipun kapasitas fiskal terbatas.
Ia lebih lanjut mencatat bahwa Bank Dunia merancang Sehati sebagai program yang berfokus pada ketahanan pangan, pengembangan ekonomi hijau, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan bersama Kementerian Desa, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.Hidayat menambahkan bahwa program ini akan dimulai pada tahun 2027 setelah fase perencanaan tahun ini, dengan target mencakup sekitar 7.000 desa berkembang dan maju yang dipilih melalui pengajuan proposal.
Selama pertemuan pada hari Selasa, pejabat Banyumas menerima paparan komprehensif mengenai Sehati, yang digambarkan sebagai program yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur produktif, penguatan ekonomi pedesaan, dan pengembangan kapasitas masyarakat.Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan sekitar 20 desa di kabupaten tersebut diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari program ini melalui insentif tahunan sebesar Rp500 juta (sekitar US$28.000), kegiatan pelatihan, dan dukungan infrastruktur.