Indonesia Mencapai Swasembada Protein dan Karbohidrat: Bapanas
Liga335 – Indonesia Capai Swasembada Protein dan Karbohidrat: Bapanas
Berita terkait: Pemerintah Pastikan Ketersediaan Produk Perikanan di Tengah Ketegangan Global
Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada dalam beberapa sumber protein dan karbohidrat tanpa impor melalui penguatan produksi dalam negeri dan kebijakan pangan. “”Kami telah mencapai swasembada baik untuk protein maupun karbohidrat. Ini adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh,” ujarnya saat pertemuan dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta pada hari Selasa.
Ia mencatat bahwa Indonesia telah mencapai swasembada dalam beberapa bahan pangan pokok strategis, termasuk beras, telur, unggas, dan jagung pakan. Keempat komoditas ini berfungsi sebagai sumber utama karbohidrat dan protein, sekaligus mendukung produksi protein hewani.Pencapaian swasembada karbohidrat dan protein tercatat dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025 Bagian.
Untuk beras, tidak ada impor yang dilakukan sepanjang tahun 2025, karena produksi tahunan mencapai 34,69 juta ton—melampaui kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 31,16 juta ton. Sementara itu, swasembada juga telah tercapai untuk unggas dan telur. Tidak ada impor pada tahun 2025 karena produksi dalam negeri terus melebihi permintaan nasional.
Produksi unggas tercatat sebesar 4,29 juta ton dengan konsumsi sebesar 4,12 juta ton. Sementara itu, produksi telur mencapai 6,54 juta ton dengan konsumsi tahunan sebesar 6,47 juta ton. Pada tahun 2025, Indonesia juga tidak mengimpor jagung pakan.
Produksi jagung pakan dengan kadar air 14 persen mencapai 16,16 juta ton sepanjang tahun, memenuhi permintaan konsumsi sebesar 15,23 juta ton. Sulaiman lebih lanjut mencatat bahwa Indonesia juga tidak lagi bergantung pada impor untuk beberapa bahan pangan pokok strategis lainnya. Bahkan, ia menekankan bahwa negara ini kini telah menjadi eksportir ke pasar global.
Menurutnya, visi swasembada pangan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan kunci dalam mengatasi krisis yang dipicu oleh konflik geopolitik dan perubahan iklim. Perubahan target swasembada beras dari empat tahun menjadi hanya satu tahun, yang akan tercapai pada akhir 2025, menjadi bukti nyata dari visi Presiden. Dalam cadangan pangan pemerintah, beras saat ini menempati porsi stok terbesar, mencapai 4,6 juta ton per 7 April.
Bapanas mencatat bahwa cadangan pangan pemerintah mencakup 177.000 ton jagung pakan, 122.000 kiloliter minyak goreng, 48.
000 ton gula konsumsi, 8.000 ton daging sapi, 3.000 ton daging kerbau, 39 ton unggas, dan 7 ton telur.