Indonesia dan Tiongkok akan meluncurkan laboratorium kesehatan digital

Indonesia dan Tiongkok akan meluncurkan laboratorium kesehatan digital

Indonesia dan Tiongkok akan meluncurkan laboratorium kesehatan digital

Liga335 – Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) di bidang kedokteran, di samping alat-alat digital lainnya, sekaligus mendorong kolaborasi global.
Indonesia dan Tiongkok mempererat kemitraan kesehatan digital mereka dengan mendirikan laboratorium bersama yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI) di bidang kedokteran.
Kementerian Kesehatan Indonesia menandatangani nota kesepahaman tripartit dengan Universitas Kedokteran Xuzhou dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mendirikan Laboratorium Bersama untuk Kedokteran Digital dan Kesehatan Proaktif, menurut laporan dari kantor berita nasional Indonesia, ANTARA.

MENGAPA HAL INI PENTING

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan mendorong kolaborasi dalam pengobatan, penelitian, standardisasi, dan industri perangkat medis, sekaligus menekankan penggunaan teknologi digital yang aman dan teregulasi.
“Kolaborasi ini memberikan landasan penting untuk mengembangkan sistem kesehatan digital dan menerapkan AI dalam bidang kedokteran, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” katanya seperti dikutip seperti yang disampaikan.
Laboratorium bersama ini akan mendukung penerapan teknologi-teknologi baru di dalam sistem kesehatan Indonesia sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar nasional.

Rincian mengenai pendanaan laboratorium, struktur tata kelola, program-program spesifik, dan jadwal pelaksanaannya belum diungkapkan.

KONTEKS YANG LEBIH LUAS

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa kemitraan luar negerinya bertujuan untuk memfasilitasi transfer teknologi, memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri, dan melindungi kedaulatan data.
Kemitraan terbaru Kementerian Kesehatan dengan sebuah universitas Tiongkok ini mengikuti kolaborasi tahun 2024 dengan Universitas Tsinghua untuk mempromosikan ekosistem vaksin dan genomika guna meningkatkan ketahanan sistem kesehatan.
Indonesia juga telah memperluas kerja sama dengan Tiongkok di berbagai industri sebagai mitra utama Tiongkok dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan.

Rumah sakit Tiongkok semakin aktif berpartisipasi dalam inisiatif penelitian kesehatan di seluruh kawasan dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, Rumah Sakit Umum Kailuan Universitas Tianjin, Universitas Kedokteran Tianjin, dan Rumah Sakit Umum Universitas Kedokteran Tianjin bergabung dalam proyek Fakultas Kedokteran Yong Loo Lin, Universitas Nasional Singapura, untuk mengembangkan pendekatan presisi dalam deteksi dini dan penanganan penyakit kardiovaskular subklinis.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Indonesia tahun lalu menandatangani nota kesepahaman dengan Philips mengenai transformasi sistem kesehatan jangka panjang, dengan kesehatan digital ditetapkan sebagai salah satu dari tiga bidang fokus utama.

Hal ini mencakup rencana untuk mengintegrasikan teknologi digital di seluruh proses pemberian layanan kesehatan serta meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan.