Cuaca Terik di Indonesia, Pramono: Jakarta Mungkin Panas, Asalkan Hati Tidak
Liga335 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca panas yang telah dirasakan di berbagai wilayah Indonesia selama beberapa hari terakhir. Termasuk di Jakarta, suhu udara bisa mencapai 35 derajat Celcius.
Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima laporan bahwa cuaca di Jakarta belum mencapai titik ekstrem saat ini.
Ia berharap kondisi udara di Jakarta tetap stabil dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Semoga Jakarta tidak mengalami cuaca panas. Yang penting Jakarta bahagia, hatinya tidak panas,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 15 Oktober.
Pramono mengakui bahwa ia telah berkoordinasi dengan BMKG terkait pemantauan cuaca di Jakarta dalam beberapa hari ke depan. Menurutnya, cuaca di Jakarta masih normal.
“BMKG menyampaikan bahwa bahkan dalam dua, tiga, empat hari ke depan, curah hujan di Jakarta masih sedang, sedang,” kata Pramono.
BMKG menjelaskan penyebab cuaca panas yang terjadi belakangan ini di berbagai wilayah Indonesia. Ini Fenomena ini terjadi karena posisi matahari saat ini bergeser ke bagian selatan negara ini, sehingga paparan sinar matahari terasa lebih langsung dan intens.
Wakil Kepala BMKG Bidang Meteorologi, Guswanto, menjelaskan bahwa suhu udara di kawasan perkotaan idealnya berada pada kisaran 31 hingga 34 derajat Celcius.
Namun, pergeseran posisi matahari menyebabkan suhu terasa lebih tinggi dari biasanya.
“Mengapa saat ini terasa panas? Karena di sisi selatan, matahari kini telah bergeser ke selatan Indonesia,” jelas Guswanto dalam pernyataannya, Senin, 13 Oktober.
Ia menambahkan bahwa pergeseran posisi matahari juga berdampak pada minimnya pembentukan awan hujan di wilayah selatan Indonesia.
“Hal ini juga menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi jarang di wilayah selatan,” tambahnya.
Kurangnya awan membuat sinar matahari tidak terhalang dan langsung menyentuh permukaan bumi, sehingga orang-orang merasa suhu udara jauh lebih panas dari biasanya.
Mengenai potensi hujan, Guswanto menjelaskan, Indonesia sebenarnya telah memasuki musim hujan sejak Agustus 2025. Namun, karena luasnya wilayah, tidak semua daerah mengalami musim hujan secara bersamaan.
Menurut prakiraan BMKG, pada November 2025, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan telah memasuki musim hujan.
Sementara itu, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di beberapa daerah dalam sepekan ke depan, termasuk Sumatera Utara dan Jawa Tengah.
“Nanti pada Desember, Januari, Februari akan bersamaan,” jelasnya.
Versi bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Arab, dan Prancis dihasilkan secara otomatis oleh AI.
Jadi mungkin masih ada ketidakakuratan dalam penerjemahan, mohon selalu mengacu pada bahasa Indonesia sebagai bahasa utama kami. (sistem didukung oleh DigitalSiber.