Prabowo memberi sinyal bahwa Indonesia mungkin akan keluar dari BoP jika kemerdekaan Palestina tidak terpenuhi.
Slot online terpercaya – Prabowo memberi sinyal Indonesia mungkin akan keluar dari Dewan Perdamaian (BoP) jika kemerdekaan Palestina tidak terwujud Berita terkait: Pemerintah Indonesia akan mengadakan dialog dengan MUI terkait keanggotaan BoP
Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto telah memberi sinyal bahwa Indonesia siap keluar dari Dewan Perdamaian (BoP) jika badan tersebut gagal mendorong tujuan kemerdekaan Palestina. Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menanggapi kekhawatiran yang diajukan oleh perwakilan organisasi Islam dan tokoh Muslim terkemuka, termasuk Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, dalam pertemuan di Istana Negara Jakarta pada Selasa.“Presiden menanggapi dengan mengatakan: ‘Jika kita bergabung dengan BoP, kita tidak diwajibkan untuk mengikuti mereka jika pandangan mereka tidak sejalan dengan kita.
Kedua, jika tidak ada perubahan yang dapat dilakukan, dia (Presiden Prabowo) siap menarik diri dari BoP.’ Itulah yang saya pahami dari pernyataannya,” kata Nafis kepada wartawan.Selama pertemuan yang dihadiri sekitar 40 perwakilan organisasi Islam dan pemimpin Muslim, rs, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung dengan dewan dan mengundang pertanyaan serta kritik dari ulama dan cendekiawan.
Nafis mengatakan dia secara langsung menyampaikan keraguan tentang inisiatif tersebut, memperingatkan tentang kemungkinan pengerahan pasukan perdamaian Indonesia yang bisa berhadapan dengan Palestina yang mencari kemerdekaan. “Kami tidak ingin perdamaian palsu sementara rakyat Palestina masih berada di bawah pendudukan. Kami ingin perdamaian dan kemerdekaan untuk Palestina,” ujarnya.
Menurut Nafis, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk menjauhkan diri dari BoP jika tindakan BoP bertentangan dengan prinsip-prinsip Indonesia. “Presiden mengatakan bahwa jika kebijakan BoP nantinya melibatkan langkah-langkah yang tidak sejalan dengan posisi kami, kami (Indonesia) akan abstain dan tidak ikut serta. Jika benar-benar tidak sesuai dan Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa, dia siap menarik diri dari BoP,” kata Nafis.
Terpisah, Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa Prabowo telah membuka opsi untuk menarik diri. rawal jika arah kebijakan dewan tidak sejalan dengan tujuan Indonesia. “Jika tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan: Pertama, perdamaian di Gaza dalam jangka pendek; kemudian perdamaian di Palestina secara lebih luas, dan pada akhirnya kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” kata Sugiono kepada kantor berita negara ANTARA.
“Itulah arah yang kami tuju, dan saya pikir itulah koridornya.