Pembaruan Ekonomi: Ekonomi Indonesia Melampaui Perkiraan, Tumbuh 5,12% pada Kuartal II-2025

Pembaruan Ekonomi: Ekonomi Indonesia Melampaui Perkiraan, Tumbuh 5,12% pada Kuartal II-2025

Pembaruan Ekonomi: Ekonomi Indonesia Melampaui Perkiraan, Tumbuh 5,12% pada Kuartal II-2025

Slot online terpercaya – Angka resmi ini sangat mengejutkan karena sebagian besar indikator makroekonomi menunjukkan perlambatan, bukan percepatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Laporan media mengonfirmasi bahwa hasil ini mengejutkan banyak analis. Tabel 1 menunjukkan bahwa laju pertumbuhan 5,12 persen (y/y) pada kuartal kedua 2025 merupakan laju pertumbuhan terbaik dalam dua tahun terakhir.

Ini merupakan perkembangan krusial, karena mempertahankan pertumbuhan di atas ambang batas 5,0 persen dianggap penting untuk menciptakan cukup lapangan kerja bagi tenaga kerja yang terus bertambah. Hal ini, pada gilirannya, meningkatkan upah rumah tangga, meningkatkan pengeluaran konsumen, dan menarik investasi langsung. Hasil yang kuat ini membawa target pertumbuhan ekonomi pemerintah Indonesia untuk tahun 2025 sebesar 5,2 persen (y/y) kembali dalam jangkauan.

Meskipun mencapai target ini memerlukan percepatan pertumbuhan yang signifikan pada paruh kedua tahun ini, angka PDB Q2-2025 menunjukkan bahwa hal itu kini menjadi kemungkinan. Lingkungan Eksternal Secara keseluruhan, situasi global tetap p Dihadapkan pada ketidakpastian di kuartal kedua 2025, dengan berlanjutnya perang di Ukraina dan Gaza. Secara bersamaan, Presiden AS Donald Trump mengganggu kondisi perdagangan global dengan ancaman tarif impor baru.

Tarif dasar sebesar 10 persen diberlakukan oleh pemerintahan Trump pada awal April 2025, dengan tarif impor AS yang bersifat timbal balik dijadwalkan berlaku pada 1 Agustus 2025 (yang jatuh pada kuartal ketiga 2025). Angin sakal global ini menciptakan latar belakang yang menantang bagi perekonomian Indonesia sepanjang kuartal kedua. Kebijakan yang kacau dari pemerintahan Trump merupakan salah satu alasan mengapa Federal Reserve AS ditekan untuk mempertahankan suku bunga acuan yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Akibatnya, suku bunga tinggi AS membuat bank sentral lain, termasuk Bank , kesulitan untuk menurunkan suku bunga acuan mereka. Bagaimanapun, jika pasar emerging tidak menawarkan imbal hasil yang menarik, investor global akan lebih memilih keamanan aset AS. Namun, suku bunga yang lebih tinggi dari yang diperlukan.

Suku bunga acuan yang tinggi memang sedikit menghambat aktivitas ekonomi akibat biaya pinjaman yang tinggi. Namun, menariknya, Bank telah berhasil secara bertahap menurunkan suku bunga acuannya sejak September 2024, meskipun hal ini diyakini sebagai salah satu faktor di balik tekanan berat terhadap rupiah Indonesia (terhadap dolar AS). Laju pertumbuhan luar biasa sebesar 5,12 persen (y/y) ini, bagaimanapun, menunjukkan bahwa faktor eksternal – termasuk perlambatan ekonomi global pada kuartal kedua 2025 – tidak berhasil menarik turun ekonomi Indonesia.

Seberapa Andal Data BPS? Perbedaan yang signifikan antara proyeksi analis – yang didasarkan pada berbagai data ekonomi kuartal kedua 2025 yang lemah – dan angka PDB resmi kuartal kedua 2025 yang sangat kuat secara tak terelakkan menimbulkan pertanyaan tentang keandalan data BPS. Apakah data BPS secara tidak sengaja (atau bahkan sengaja) dimanipulasi?

Kita harus membahas topik ini karena telah menjadi poin pembicaraan utama di kalangan analis, ekonom, dan jurnalis. Ini Awalnya, pembahasan ini dilakukan secara tertutup, namun kemudian kritik mulai diungkapkan secara terbuka. Misalnya, Kompas melaporkan surat terbuka dari ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, yang berargumen bahwa angka pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2025 tidak sesuai dengan realitas ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Ia menegaskan bahwa BPS perlu menjelaskan secara rinci bagaimana angka tersebut dihitung. Pertama-tama, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar data yang dikumpulkan oleh BPS didasarkan pada perkiraan statistik rather than angka faktual yang komprehensif. Sebagai contoh, untuk memperkirakan konsumsi rumah tangga, BPS mengandalkan survei untuk memahami kebiasaan konsumen dan pola pengeluaran.

BPS kemudian menggunakan model statistik untuk mengekstrapolasi dari data survei ini guna mewakili seluruh populasi. Akibatnya, hasil akhir dapat dipengaruhi oleh ‘kejujuran’ dan ‘persepsi’ responden, serta komposisi sampel yang dipilih. Meskipun tidak ada alasan untuk meragukan.

Perlu dicatat bahwa komponen-komponen ini menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kuartal kedua tahun 2025 dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya. Ketergantungan metodologi pada perkiraan berarti data tersebut, secara teori, rentan terhadap manipulasi. [.

] Ini adalah halaman-halaman awal dari artikel (yang terdiri dari 44 halaman). Untuk membeli artikel lengkap (PDF dalam bahasa Inggris), Anda dapat menghubungi kami melalui email dan/atau WhatsApp: – info@-.com – +62(0)882.

9875.1125 Harga laporan ini: Rp 50.