Antam Indonesia Membantah Kabar Viral tentang Ledakan Tambang di Jawa Barat

Antam Indonesia Membantah Kabar Viral tentang Ledakan Tambang di Jawa Barat

Antam Indonesia Membantah Kabar Viral tentang Ledakan Tambang di Jawa Barat

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – PT Aneka Tambang (Antam), perusahaan tambang milik negara Indonesia, telah menanggapi laporan yang beredar dan video di media sosial yang mengklaim terjadi ledakan di tambang emas Pongkor di Jawa Barat dan ratusan pekerja terjebak di dalamnya. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Informasi tentang ledakan dan pekerja yang terjebak di area tambang tidak benar,” kata Sekretaris Antam Wisnu Danandi dalam pernyataan tertulis pada Kamis, 15 Januari 2026. Ia kemudian menekankan bahwa tidak terjadi ledakan dan tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam tambang. “Semua karyawan kami aman, dan aktivitas operasional berjalan normal,” tambah Wisnu.

Wisnu menjelaskan bahwa video yang beredar di media sosial menunjukkan penanganan teknis rutin di area tambang bawah tanah. “Situasi tersebut telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan. Langkah-langkah dilakukan melalui pengendalian ventilasi dan pengamanan area kerja.

” “Kondisi ini tidak memengaruhi keselamatan karyawan, dan semua kegiatan operasional berlangsung dalam kondisi terkendali,” katanya. Perusahaan, tambah Wisnu, telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Wisnu juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengandalkan sumber resmi.

Rumor tersebut dipicu oleh video viral yang menunjukkan asap dengan gas beracun di tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026.
Nilus Rahmat, General Manager Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor Antam, mengatakan asap muncul sekitar pukul 12:30 dini hari waktu setempat di salah satu area kerja bawah tanah pada level 700 dan diduga berasal dari pembakaran kayu penyangga.
“Pada saat itu, konsentrasi karbon monoksida (CO) meningkat menjadi 1.

200 ppm, jauh di atas batas aman 25 ppm. Semua pekerja di area yang terkena dampak segera dievakuasi,” kata Nilus, seperti dikutip Antara pada Rabu, 13 Januari. 14 Januari 2026.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada karyawan Antam yang terluka atau terjebak di dalam tambang, bertentangan dengan klaim di media sosial. “Semua karyawan Antam aman, dan aktivitas operasional tetap terkendali,” kata Nilus.