Ekonomi kreatif Indonesia dipuji sebagai mesin baru pertumbuhan.

Ekonomi kreatif Indonesia dipuji sebagai mesin baru pertumbuhan.

Ekonomi kreatif Indonesia dipuji sebagai mesin baru pertumbuhan.

Liga335 – Ekonomi kreatif Indonesia dipuji sebagai mesin pertumbuhan baru Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia mengapresiasi antusiasme kolektif para pelaku ekonomi kreatif dalam mempromosikan kesuksesan produk lokal. “Jika kita melihat lebih dekat, ini adalah pameran beberapa benih kekayaan intelektual (KI) paling menjanjikan di Indonesia,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Irene Umar selama kunjungannya ke The Local Market, pameran produk kreatif yang diadakan di Jakarta pada Sabtu.Menurut Irene, wirausaha kreatif lokal memamerkan karya yang menonjol tidak hanya dalam desain dan kualitas, tetapi juga dalam cerita yang mereka sampaikan dan nilai-nilai keberlanjutan yang mereka bawa.

“Setiap booth yang kita lihat hari ini bukan sekadar menjual produk — bukan hanya pakaian, makanan, atau kerajinan — masing-masing sedang membangun merek, menciptakan karakter, dan mendesain dengan makna,” ujarnya.Wakil menteri tersebut berharap acara kolektif seperti ini dapat menyebar ke Wilayah lain, memberikan lebih banyak peluang bagi usaha lokal untuk memamerkan karya mereka di platform yang lebih besar. Dia menambahkan bahwa upaya kolektif semacam ini dapat menjadi gerakan yang menunjukkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru bagi Indonesia.

Kementerian saat ini menjalankan program bernama Ekraf Hunt, yang bertujuan sebagai pameran digital bagi pelaku ekonomi kreatif dan platform untuk mempromosikan hak kekayaan intelektual mereka kepada audiens global. Irene mendorong para pencipta lokal untuk mendaftarkan karya mereka melalui situs web resmi: [hunt.ekraf.

go.id](https://hunt.ekraf.

go.id). Wakil Menteri Irene Umar didampingi oleh Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian, Sabar Norma Megawati Panjaitan, dalam acara tersebut.

Hadir pula pendiri Local Market, Titonius Karto. Local Market menyelenggarakan acara kolektif ini dengan tema Langit Lokal (Local Sky), yang menampilkan 140 peserta ekonomi kreatif yang memamerkan berbagai produk unggulan dari seluruh penjuru negeri.